Waspada Bahaya Rokok

Pada tahun 2030, diprediksikan 10% kematian di dunia diakibatkan oleh rokok. Jumlah angka kematian yang berhubungan dengan rokok meningkat drastis, dua kali lipat pada negara-negara dengan pendapatan rendah dan sedang, dari 3,4 juta menjadi 6,8 juta jiwa. 

Menurut Global Adult Tobacco Survey,jumlah perokok diIndonesia menempati peringkat pertama di dunia yaitu sebesar 67% dari populasi pria dewasa. Berdasarkan WHO, kematian yang diakibatkan tembakau sebanyak 400.000 jiwa atau 23.7% dari 1,7 juta kematian per tahun. Di Asia Tenggara, rokok berkotribusi terhadap 30% kematian akibat jantung dan pembuluh darah.

Perokok pasif adalah orang lain yang tidak merokok namun terkena dampak dari asap rokok karena terpapar asap rokok dari perokok aktif. Perokok pasif memiliki risiko jantung koroner lebih besar 25-30% dibandingkan dengan tidak merokok. Risiko ini semakin lama akan semakin meningkat jika durasi paparan semakin lama atau intenstitas paparan asap semakin banyak. 

Kandungan Rokok
Rokok mengandung 4000 bahan kimia, 500 jenis racun, dan 43 penyebab kanker. Nikotin merupakan zat aktif utama dalam rokok yang bekerja langsung di otak dan menyebabkan ketergantungan karena memiliki fungsi seperti menginduksi kesenangan, menahan lapar, meningkatkan gairah hidup, semangat, dan fokus. Selain itu, nikotin juga meningkatkan daya tangkap, memperbaiki mood, dan menguragi kecemasan. 

Efek ini dirasakan perokok hanya ketika merokok dan hilang saat berhenti merokok. Untuk mengatasi ketergantungan pada rokok, lakukan secara perlahan dengan mengurangi jumlah batang rokok secara bertahap. Dengan begitu, tubuh yang sebelumnya ketergantungan rokok, perlahan-lahan akan bisa terbebas dari jeratan ketergantungan.

Baca Juga
10 Makanan Pemicu Kanker

Efek Rokok pada Sistem Tubuh

Inilah beberapa efek dari rokok terhadap sistem tubuh: 

Sistem jantung pembuluh darah: menit pertama ketika mulai merokok, detak jantung akan meningkat cepat, saat menit ke-10 bertambah sebesar 30%. Nikotin juga akan meningkatkan detak jantung, kekuatan pompa jantung serta tekanan darah sementara karbo monoksida mengurangi suplai oksigen dalam darah dari paru. Selain itu, zat beracun dalam rokok juga memicu peggumpalan dan meningkatkan kadar lemak jahat pada pembuluh darah seluruh tubuh termasuk jantung. Ketiga hal tersebut akan membuat jantung kekurangan oksigen dan berujung terhadap kerusakan otot-otot jantung serta kematian.

Sistem pernapasan: asap rokok akan merusak kerja lendir pernapasan yang berfungsi untuk membuang partikel buruk dan pertahanan pertama terhadap kuman penyakit. Selain itu, asap rokok juga merusak jaringan utama paru sehingga paru tidak dapat menjalankan tugas utamanya untuk melakukan pertukaran oksigen.Perokok akan menderita penyakit paru kronis seperti emfisema dan bronkitis kronis. Sel-sel paru semakin lama akan berubah menjadi sel yang jahat sehingga perokok akan mengalami kanker paru. Sembilan puluh persen pria yang mengalami kanker paru merupakan perokok.

Merokok juga dapat memperburuk keadaan penyakit TB paru dan asma. Rokok akan membuat kuman TB sulit dibunuh dan mereaktivasi kembali kuman TB yang sudah tidak aktif. Penderita asma akan merasakan gejala yang semakin berat jika tetap merokok atau menjadi perokok pasif. 

Baca Juga
Minuman Saat Sahur Kunci Lancarkan Puasa Si Kecil

Oleh karena itu, untuk gangguan sistem pernapasan, menjauhi asap rokok dapat mengurangi gejala dan tingkat keparahan peyakit. Banyak studi menunjukkan bahwa semakin dini perokok berhenti merokok, kerusakan yang terjadi dapat diperbaiki dan risiko kematian akibat rokok dapat menurun. (dr. Atika Budhy Setyani)

 








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah





Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah