Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tips Mengatasi Ngidam dan Sulit Makan Selama Hamil



Selama hamil seringkali ibu mengalami ngidam akan suatu makanan tertentu atau bahkan keengganan untuk mengonsumsi  makanan/minuman tertentu. Kedua kondisi ini dapat menjadi pemicu bertambahnya dan/atau berkurangnya asupan makanan tertentu. Karena berpengaruh terhadap asupan makan, maka kedua kondisi ini dikhawatirkan berpengaruh terhadap pertambahan berat badan ibu selama hamil. Oleh sebab itu kondisi ini harus kita kenali dan atasi.

Fenomena ngidam ini biasanya muncul pada akhir trimester pertama, dan yang paling sering diinginkan biasanya makanan/minuman manis seperti es krim, produk susu, makanan bertepung, rujak, dan makanan cepat saji. Selain itu keinginan untuk makan makanan asin pun seringkali muncul pada trimester kedua. Makanan dan minuman yang diinginkan tersebut sifatnya padat kalori dan bila dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan pertambahan berat badan yang terlalu banyak pada ibu hamil.

Selain itu ibu hamil seringkali juga enggan untuk mengonsumsi kopi, teh, gorengan atau makanan berlemak, makanan yang terlalu pedas, daging-dagingan dan bahkan telur. Rasa enggan (food aversion) untuk mengonsumsi makanan/minuman tertentu biasanya dilatarbelakangi oleh keluhan mual dan muntah yang dirasakan di awal kehamilan atau adanya mitos terhadap makanan tertentu.

Agar dapat mengontrol asupan makanan selama hamil, maka ibu harus bijaksana dalam mengendalikan rasa ngidam yang berlebihan. Ibu harus ingat kembali bahwa nutrisi yang didapatkan oleh janin di dalam kandungan akan sangat tergantung dari makanan yang ibu konsumsi. Semakin banyak konsumsi gula, tepung, dan lemak jenuh maka akan menyebabkan pertambahan berat badan yang terlalu cepat pada ibu tanpa memberikan nutrisi yang tepat bagi janin.

Baca Juga
Makanan Bagi Ibu Baru

Adanya faktor psikologis yang berpengaruh terhadap kejadian ngidam mengingatkan kembali bahwa ibu hamil harus tetap aktif agar dapat mengalihkan rasa inginnya yang berlebihan terhadap makanan tertentu yang tidak sehat. Ibu dapat mempersiapkan cemilan sehat seperti buah potong, sayuran potong, kacang-kacangan ataupun biskuit rendah gula agar dapat dikonsumsi ketika rasa lapar sering datang.



Keengganan untuk mengonsumsi makanan tertentu yang seringkali dilatarbelakangi oleh rasa mual dan muntah di awal kehamilan dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun dengan frekuensi yang lebih sering. Selain itu kurangilah makanan yang digoreng, bersantan ataupun terlalu berminyak karena makanan-makanan ini akan tinggal di dalam lambung lebih lama dan akan menambah rasa mual atau penuh.

(dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK)

 

Referensi:

  1. Academy of Nutrition and Dietetics. Nutrition and lifestyle for a healthy pregnancy outcome. Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics. 2014
  2. Orloff NC, Hormes JM. Pickles and ice cream! Food cravings in pregnancy: hypotheses, preliminary evidence, and directions for future research. Frontiers in Psychology, vol 4. 2014.
  3. Erick, M. Nutrition during pregnancy and lactation. Dalam: Krause’s Food and Nutrition Therapy. Sauders Elsevier, 2008.








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah





Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah