Tanggap Alergi Agar Buah Hati Tetap Ceria

Sekitar 30-40% penduduk di dunia menderita penyakit alergi. Dan 550 juta orang di dunia menderita alergi makanan, yang salah satu alergi makanan adalah alergi terhadap protein susu sapi berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh World Allergic Organization. Sedangkan alergi terhadap protein susu sapi pada anak-anak di Indonesia mencapai angka 7.5%.

“Orangtua terutama bunda harus memahami alergi pada anak dengan tepat. Secara genetis, anak dengan orangua yang tidak memiliki riwayat alergi masih dapat berisiko mengalami alergi sebesar 5-15%. Namun, anak-anak dengan keluarga inti yang memiliki riwayat alergi memiliki risiko lebih besar.,” kata Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M. Kes, Konsultan Alergi dan Imunologi Anak.

Prof. Budi menambahkan bahwa pemicu alergi dibagi menjadi dua, yaitu berupa makanan dan sesuatu yang dihirup. Alergi protein susu sapi adalah salah satu alergi makanan yang paling banyak terjadi pada anak-anak. Alergi protein susu sapi ini harus diwaspadai karena dapat menyerang sistem saluran pencernaan (50-60%), kulit (50-60%), dan juga sistem pernapasan (20-30%).

Dampak dari alergi ini sendiri dapat mengganggu tumbuh kembang anak, meningkatkan risiko penyakit degeneratif, mengganggu psikologis orang tua, seperti stres dan menurunnya kualitas hidup.

“Cara yang paling tepat untuk menanggulangi alergi adalah dengan mengontrol dan mencegah reaksi alergi. Orangtua harus tanggap terhadap alergi dengan melakukan 3K, yaitu kenali risiko gejalanya, konsultasikan ke dokter agar buah hati memperoleh penanganan yang tepat, dan kendalikan penyebab alergi dengan nutrisi yang tepat agar buah hati tumbuh optimal,” pesan Prof. Budi.

Baca Juga
Makanan yang Berbahaya bagi Ginjal

Namun, dalam mengatasi dampak psikologi dari alergi, menurut psikolog Anna Surti, para orang tua dapat menerapkan 3K (Kenali, Konsultasikan, dan Kendalikan), yaitu dengan cara:
•    Kenali: Sifat anak, lingkungan anak, dan diri orang tua sendiri.
•    Konsultasikan: Konsultasikan dengan dokter, cari sumber informasi, dan jika melakukan dengan dokter lain, beritahulah kondisi anak.
•    Kendalikan: Ubah gaya hidup, bawakan bekal untuk buah hati, informasikan kepada lingkungan mengenai alergi yang diderita anak, memberitahu kepada anak, kreatif mencari alternatif, temukan sisi positif anak, dan berikan pujian pada anak.

Pada 2016 lalu, kampanye mengenai Bunda Tanggap Alergi dengan 3K berhasil mengedukasi lebih dari 13 juta bunda di Indonesia. Untuk mengedukasi lebih kepada para bunda di seluruh wilayah Indonesia, Nutricia Sarihusada berkomitmen secara berkelanjutan. 

 






Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah