Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Susu Kental Manis Bukan Susu, Ini Dampaknya pada Anak



Baru-baru ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi menyatakan bahwa Susu Kental Manis tidak mengandung susu. Kandungan SKM memang berbeda dengan jenis susu lain, yang penuh gizi dan disarankan sebagai pendamping makanan anak. Sedangkan kandungan SKM lebih banyak gula yang jika dikonsumsi terlalu banyak bisa menimbulkan efek samping bagi perkembangan anak. 

Dikutip dari laman Kemenkes RI, Direktur Gizi Masyarakat, Ir. Doddy Izwardi, MA, memberi pernyataan bahwa kental manis tidak diperuntukkan bagi balita. Namun perkembangan di masyarakat dianggap sebagai susu untuk pertumbuhan. “Kadar gulanya sangat tinggi sehingga tidak diperuntukkan untuk itu,” jelasnya. 

Pasalnya, SKM dibuat dengan cara menguapkan sebagian air dari susu segar (50%) dan ditambah dengan gula 40-50%. SKM juga mengandung karbohidrat dan gula yang jauh lebih tinggi serta protein yang jauh lebih rendah dari susu full cream. Padahal, kebutuhan gula anak 1-3 tahun sekitar 13-15 gram.

Jika meminum dua kali SKM dalam sehari maka kebutuhan anak akan gula sudah jauh terlampaui, belum lagi anak bisa mendapatkan gula dari sumber makanan lain. 

Padahal terlalu banyak gula dapat menyebabkan kerusakan gigi, hiperaktif dan meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2. Selain itu, semua gula juga dapat menyebabkan masalah kronis lainnya, seperti: 

Dingin, batuk dan alergi
Menurut dr. Julie L. Wei, seorang otolaryngologist pediatrik di Rumah Sakit Anak Nemours di Orlando, Florida, salah satu efek paling umum yang dapat dimiliki gula pada anak-anak adalah gejala seperti dingin. 

Baca Juga
Demam Tinggi? Awas Roseola!

Wei mengatakan banyak pasiennya yang mengeluhkan hidung berair yang kronis, berlebihan. lendir, batuk dan gejala infeksi sinus. Beberapa anak bahkan didiagnosis dengan alergi, tanpa pengujian formal. Mereka diberi resep obat tetapi gejala mereka sebenarnya mungkin karena terlalu banyak gula. “Jika kita menyingkirkan gejala-gejalanya, anak-anak tidak akan membutuhkan obat,” kata Wei.

Batuk di malam hari
Pernahkah Anda melihat anak terlihat sehat pada siang hari, namun pada malam hari mereka diserang batuk dan kesulitan bernapas? Dari hasil pengamatan Wei, sebagian besar dari anak-anak ini memiliki kebiasaan minum susu coklat sepanjang hari. Kombinasi susu dan gula membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan sangat asam. Ini berarti bahwa makanan muncul lagi melalui kerongkongan, lalu menyentuh pita suara dan menyebabkan spasme laring.

Kekebalan tubuh melemah
Mikrobiom tubuh terdiri dari triliunan bakteri baik yang mencerna makanan, menghasilkan vitamin, dan melindunginya dari kuman dan penyakit. Tetapi ketika anak-anak mengkonsumsi terlalu banyak gula, itu dapat mengubah keseimbangan antara bakteri baik dan buruk dan melemahkan sistem kekebalan mereka, kata Wei. Jadi meskipun anak-anak Anda mungkin sering terkena flu, gejala mereka dapat berkurang jika asupan gula mereka berkurang juga.

Anak jadi pemilih 
Anak-anak yang tidak suka buah-buahan, sayuran, dan makanan sehat lainnya, kemungkinan penyebabnya bukan karena mereka pilih-pilih makanan, tapi karena   terlalu banyak mengonsumsi gula. Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis  dapat menyebabkan sakit perut dan tidak nafsu makan. 

Baca Juga
Usia Ibu Hamil Berpengaruh Pada Perkembangan Janin

Untuk mengurangi konsumsi gula pada anak, cobalah lakukan beberapa perubahan dengan cara ini: 

1. Ganti gula

“Kami sebagai orang tua perlu melihat substitusi cerdas karena kami tahu bahwa anak-anak kami akan tertarik pada apa yang teman-teman mereka makan,” kata Jessica Crandall, ahli diet terdaftar dan juru bicara untuk Akademi Nutrisi dan Diet.



Jadi, bila anak ingin es krim, misalnya, Anda bisa membekukan yogurt dan tambahkan buah segar atau gunakan saus apel sebagai pengganti gula. 

2. Lakukan secara bertahap
Mengubah pola makan anak tentunya bukan hal mudah, namun bisa Anda usahakan secara perlahan.  Misalnya, campurkan sereal rendah gula dengan sereal favorit mereka sampai mereka terbiasa. 

3. Ajarkan makan sehat
Sangat penting mengenalkan anak-anak menyukai rasa makanan sehat daripada memaksa mereka untuk memakannya. Butuh kesabaran untuk mengenalkan anak pada makanan sehat, jangan menyerah, karena lambat laun mereka akan terbiasa. 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah





Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah