Sering Lelah dan Pusing? Jangan-jangan Anda Menderita Bradikardia

Kadang-kadang, turunnya tingkat energi Anda bukan hanya karena efek samping bertambahnya umur atau karena kurang istirahat. Bisa jadi itu adalah gejala bradikardia.

Barbara Hanson, seorang guru bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Dallas Amerika Serikat, merasa heran karena dia merasakan detak jantungnya seperti melambat dan dia mulai sering terjatuh lemas.

Saat memeriksakan diri ke dokter, dokter memintanya untuk melakukan pemeriksaan EKG.  Benar saja, hasilnya menunjukkan bahwa Handon menderita bradikardia.

Apa itu Bradikardia?

“Bradikardia adalah gangguan irama jantung,” kata David Friedman, MD, kepala layanan gagal jantung di Rumah Sakit Franklin North Shore-LIJ di Valley Stream, New York, dan asisten profesor di Hofstra North Shore-LIJ School of Medicine. Gangguan ini ditandai dengan denyut jantung kurang dari 60 denyut permenit, menurut American Heart Association.

Bradikardia mengurangi kemampuan jantung untuk memompa darah yang kaya oksigen ke tubuh,” kata Dr Friedman Hasilnya adalah kelelahan, sesak napas, nyeri dada, dan intoleransi olahraga. Pasien juga punya kecenderungan untuk pingsan atau merasa mudah pusing, dua ini adalah gejala awal bradikardia.

Risiko bradikardia cenderung lebih tinggi pada mereka yang memiliki faktor risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.  Tes EKG dapat membantu dokter melihat kondisi tersebut. Pilihan lain: Melacak detak jantung Anda dengan monitor Holter, yang dapat mengidentifikasi gangguan irama jantung.

Bagaimana mengobati bradikardia?

Bradikardia dapat diobati, bahkan disembuhkan. Friedman menjelaskan bahwa obat-obatan tertentu dapat memperlambat denyut jantung seseorang. Menghentikan pengobatan, pada gilirannya dapat menghentikan kondisi bradikardia.

Dokter juga bisa mengobati bradikardia dengan alat pacu jantung. Alat pacu jantung adalah perangkat kecil yang dioperasikan dengan baterai dam ditanamkan ke dada pasien. Alat ini terus memantau sistem listrik jantung dan memperbaiki ritme yang abnormal.

Kekurangan alat pacu jantung adalah, kerjanya bisa terganggu dengan keberadaaan ponsel, mesin MRI, dan detektor logam.

Sekarang, Hanson memakai alat pacu jantung dan merasakan kualitas hidupnya membaik. “Jangan remehkan gejala-gejala yang muncul, apalagi jika usia Anda termasuk senior. Periksakan diri ke dokter jika Anda merasakan gejala yang mencurigakan seperti merasa sesak napas akhir-akhir ini atau lelah yang abnormal seharian,” kata Friedman.

 

Ditinjau dan disunting oleh: dr. Adnan Yusuf (Dokter Umum)

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah