Sebab Setelah Menangis Muncul Sakit Kepala

Setiap orang pasti pernah menangis. Nangis karena bertengkar dengan pasangan, pekerjaan atau mungkin ditinggal sang pujaan hati. Menangis bukang berarti Anda cengeng, itu adalah hal yang wajar. 

Menangis adalah respons alami terhadap emosi yang kuat seperti menonton film sedih atau pun mengalami perpisahan yang amant menyakitkan. Kadang emosi yang Anda rasakan ketika Anda menangis bisa begitu kuat sehingga menimbulkan gejala fisik, seperti sakit kepala. 

Namun hingga kini tidak ada alasan yang pasti mengapa menangis dapat mengakibatkan sakit kepala. Tapi yang jelas, emosi yang kuat seperti stress dan kecemasan sepertinya memicu proses di otak yang membuka jalan bagi sakit kepala.

Berbeda dengan air mata yang keluar tanpa ada emosi kuat seperti menangis saat memotong bawang. Air mata seperti ini tidak menimbulkan sakit kepala. 
Sakit kepala yang muncul setelah Anda menangis, yaitu: 

-Migrain dan sakit kepala tegang
Migrain menyebabkan nyeri yang hebat di satu sisi kepala. Biasanya disertai dengan gejala seperti mual, muntah dan kepekaan ekstrem terhadap cahaya dan suara. 
Sedangkan sakit kepala tegang menyebabkan rasa sakit dan tekanan yang terasa seperti tali pengikat di sekitar kepala Anda. Leher dan bahu Anda mungkin juga terasa sakit.

Studi tahun 2003 menemukan bahwa situasi yang menimbulkan kecemasan dan stress adalah pemicu terbesar untuk migrain dan sakit kepala karena tegang. 

Baca Juga
Ini Bahayanya Sering Membunyikan Tulang Saat Pegal

Untuk mengatasi ini cobalah minum obat untuk mencegah ketegangan dan meringankan gejala sakit kepala. Pereda nyeri seperti aspirin ibuproven dan acetaminophen (Tylenol), mungkin cukup untuk meringankan sakit kepala ringan. 

-Sakit kepala sinus 
Emosi dan sinus Anda lebih terkait erat dari yang Anda kira. Lebih dari 20 persen orang-orang dengan masalah sinus kronis melaporkan merasa tertekan. Ini mungkin karena kedua kondisi berasal dari peradangan. Sinus yang meradang juga dapat berkontribusi terhadap depresi dengan mengganggu tidur dan mengurangi kualitas hidup.

Menangis sering terjadi pada orang yang depresi. Menangis dapat memperburuk gejala sinus seperti hidung tersumbat dan pilek. Tekanan dan kemacetan di sinus Anda dapat menyebabkan sakit kepala.

OTC dan resep-nasal corticosteroids dapat menurunkan peradangan di saluran sinus.
Jika Anda memiliki gejala sinus yang parah yang tidak membaik dengan obat-obatan, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan operasi untuk membuka saluran sinus Anda

Kapan mengunjungi dokter?
Anda harus mengunjungi dokter, jika Anda memiliki sakit kepala dan diikuti gejala: 
-Kesulitan melihat atau berbicara
-Kebingungan
-Muntah 
-Demam 102 ° F (sekitar 39 ° C) atau lebih tinggi
– Mati rasa atau lemas di satu sisi tubuh Anda

Mungkin juga merupakan ide yang bagus untuk menemui dokter Anda jika gejala sakit kepala Anda tidak membaik dalam satu atau dua hari. 

Baca Juga
Mata Berkunang-Kunang, Apa Sebabnya?

Anda juga harus berbicara dengan dokter Anda jika Anda sering menangis atau Anda secara teratur merasa sedih. Ini bisa menjadi hasil dari kondisi yang mendasarinya seperti depresi.

Tanda-tanda lain depresi antara lain:
-Merasa putus asa, bersalah, atau tidak berharga
-Kehilangan minat pada hal-hal yang pernah Anda cintai
-Merasa sangat lelah
-Berat badan naik secara drastis atau turun drastic
-Berpikir tentang mati 

Obat dan terapi antidepresan dapat membantu meringankan depresi Anda – dan dengan itu, serangan menangis Anda.

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah





Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah