Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Psikosomatik, Kecemasan Berlebihan yang Bikin Sakit Fisik



Anda merasakan mual, jantung berdebar, namun setelah diperiksa oleh dokter, tidak ada masalah pada tubuh Anda. Pernah mengalami hal seperti ini? Bisa jadi apa yang Anda rasakan adalah gangguan psikosomatik.

Pikiran dapat berpengaruh pada tubuh Anda. Pikiran dapat menyebabkan gejala-gejala fisik seperti jantung berdebar-debar saat kita merasa takut. Gangguan psikosomatik merupakan kondisi jiwa yang berpengaruh terhadap fisik.

Sebagian besar gangguan psikosomatik ini melibatkan pikiran dan tubuh. Bagaimana kita bereaksi terhadap penyakit dan bagaimana kita mengatasi itu sangat bervariasi dari orang ke orang.  Misalnya, ruam psoriasis mungkin bagi kita tidak mengganggu namun bagi beberapa orang hal ini membuat mereka tertekan dan sangat mengganggu.

Faktor mental juga mempengaruhi beberapa titik di tubuh misalnya merasakan sesak dan sakit dada, namun secara fisik tidak ditemukan adanya indikasi gangguan di jantung atau paru-paru. Hal ini lebih disebabkan oleh stres.

Umumnya penderita psikosomatik berusia muda, dan didominasi wanita. Pemicunya adalah stres. Sebagai contoh, ketika merasa cemas dan stres, detak jantung menjadi cepat, berdebar, merasa sakit (mual), tremor, berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, sakit perut dan napas menjadi cepat. Ketika kita cemas, gejala fisik meningkat akibat meningkatnya aktivitas impuls saraf yang dikirim dari otak ke berbagai bagian tubuh, dan adanya pelepasan adrenalin ke dalam aliran darah. Otak mungkin dapat mempengaruhi sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan penyakit.

Baca Juga
5 Hal yang Sebaiknya Tidak Anda Ucapkan pada Seseorang yang Infertil

Biasanya dokter juga akan mempertimbangkan faktor-faktor mental dan sosial yang mungkin mempengaruhi timbulnya penyakit. Oleh karena itu, dalam mengatasi masalah psikis, Anda perlu menjaga kondisi mental. Hindari stres, buat pikiran Anda tenang, atasi rasa cemas, hindari depresi dan selalu berpikiran positif.

Penyakit yang bersifat psikosomatik

Sampai batas tertentu, kebanyakan penyakit bersifat psikosomatik – yang melibatkan pikiran dan tubuh. Ada aspek mental untuk setiap penyakit fisik yang muncul. Bisa juga ada efek fisik dari penyakit mental. Misalnya, penyakit mental yang Anda alami menyebabkan Anda tidak nafsu makan, tidak merawat diri sendiri yang menimbulkan masalah fisik. Istilah gangguan psikosomatik terutama digunakan untuk “penyakit fisik yang diduga  dan disebabkan oleh faktor mental”.

Beberapa penyakit dianggap sangat rentan diperburuk oleh faktor mental, di antaranya sakit maag, eksim, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Beberapa orang juga menggunakan istilah gangguan psikosomatik ketika faktor mental menyebabkan gejala fisik tetapi di mana tidak ada penyakit fisik. Misalnya, nyeri dada dapat disebabkan oleh stres dan tidak ada penyakit fisik yang dapat ditemukan.

Pikiran mempengaruhi fisik

Pikiran dapat menyebabkan gejala fisik. Misalnya, ketika kita takut atau cemas kita sering merasa;



  • Denyut jantung cepat atau jantung berdebar-debar
  • Merasa mual
  • Gemetar (tremor).
  • Berkeringat.
  • Mulut kering.
  • Sakit dada.
  • Sakit kepala.
  • Pernapasan susah diatur
Baca Juga
7 Gejala Kanker Serviks yang Tidak Boleh Anda Abaikan

Gejala-gejala fisik ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas impuls saraf yang dikirim dari otak ke berbagai bagian tubuh dan pelepasan adrenalin (epinefrin) ke dalam aliran darah ketika kita merasa cemas/khawatir.

Perawatan untuk meredakan stres, kecemasan, depresi, dll, dapat membantu jika mereka dianggap berkontribusi terhadap penyakit fisik Anda. Meski gejala tertentu dengan pengaruhnya terhadap pikiran yang sebabkan penyakit fisik (ruam, tekanan darah, dll), mungkin ada hubungannya dengan impuls syaraf yang menuju ke tubuh, yang tidak sepenuhnya kita pahami. Ada juga beberapa bukti bahwa otak mungkin dapat mempengaruhi sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh, yang terlibat dalam berbagai penyakit yang muncul.

 

Ditinjau oleh: dr. Jezy Reisya








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah





Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah