Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pria Juga Mengalami Menopause



Ovarium pada tubuh wanita, berfungsi untuk memproduksi hormon esterogen dan progesteron yang mengatur waktu menstruasi dan pembuahan. Menopause pada wanita terjadi saat ovarium tidak lagi memproduksi sel telur setiap bulannya dan menstruasi berhenti.



Jadi, apakah menopause hanya terjadi pada wanita? Apakah hanya wanita yang merasakan dampak dari perubahan hormon? Tidak, laki-laki juga mengalaminya, walaupun istilah ‘male menopause’ ini masih diperdebatkan.

Male menopause’ atau menurunnya kadar hormon testosteron karena faktor usia (penuaan). Gejala-gejala yang ditunjukan juga menyerupai secara yang dialami saat wanita premenopause (saat ovarium mulai tidak aktiv memproduksi hormon esterogen) dan menopause, yaitu depresi, mudah lelah, menurunnya libido dan masalah sex lainnya.

Tidak seperti ovarium yang berhenti bekerja saat menopause, testis terus bekerja menghasilkan hormon testosteron. Laki-laki yang sehat, bisa terus menghasilkan sperma hingga ia berusia 80 atau bahkan lebih.

Untuk mendiagnosa penyakit ini, akan dilakukan uji fisik dan tes darah untuk mengetahui kadar hormon. Jika kadar testosteron rendah, maka akan dilakukan Testosterone Replacement Therapy, sayangnya terapi ini bisa mengakibatkan efek samping, misalnya menambah resiko terjadinya (atau memperparah) kanker prostat.

Sebagai tindakan pencegahan, lakukan latihan fisik secara teratur dan diet sehat.

Baca Juga
Alasan Anda Ketagihan Makanan Manis dan Cara Menghentikannya







Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah