Pola Asuh Orang Tua dalam Mengembangkan Pola Makan Sehat Anak

Periode lima tahun pertama usia anak merupakan masa terjadinya perkembangan perilaku makan anak yang nantinya akan menjadi landasan bagaimana pola makannya di usia dewasa. Pada masa tersebut anak akan belajar jenis makanan apa dan seberapa banyak, serta kapan waktunya makan yang dipengaruhi oleh kebiasaan keluarga maupun budaya setempat, perilaku, serta kondisi di sekitarnya. Oleh sebab itu, artikel ini akan membahas bagaimana pola asuh orang tua yang baik serta dukungan lingkungan sekitar untuk membentuk perilaku makan yang sehat pada anak yang juga berpengaruh terhadap status gizinya.

Hingga saat ini pada sebagian besar keluarga, ibu masih memegang tanggung jawab utama dalam memberikan makan untuk anak. Akan tetapi dengan semakin banyaknya orang tua bekerja termasuk ibu, maka anak-anak akan diberikan makan oleh orang lain dan bukan orang tuanya. Oleh sebab itu antara orang tua dan pengasuh harus memiliki prinsip yang sama dalam menerapkan pola makan yang sehat bagi anak.

Tidak sedikit orang tua yang mengeluhkan bahwa anaknya tidak suka sayuran dan buah. Sebenarnya penerimaan suatu rasa makanan baru yang kurang menyenangkan seperti makanan manis (dalam hal ini sayuran) dibentuk oleh pengalamannya terhadap makanan tersebut. Orang tua dan pengasuh harus memahami bahwa kecenderungan seorang anak untuk menerima makanan baru ditentukan oleh paparan berulang terhadap makanan tersebut dalam kondisi tanpa paksaan. Dalam berbagai studi disimpulkan bahwa makanan baru sebaiknya ditawarkan kepada anak usia pra-sekolah sebanyak sepuluh hingga enam belas kali sebelum akhirnya anak dapat menerima. Pemahaman konsep tersebut amat penting karena banyak orang tua dengan anak-anak usia pra-sekolah akan dengan mudahnya menarik kesimpulan bahwa anaknya tidak menyukai makanan tersebut setelah hanya dua kali pemaparan atau bahkan kurang.

Baca Juga
Mitos & Fakta Menopause di Indonesia

Anak-anak akan belajar mengenai makan melalui pengalamannya langsung dengan melihat perilaku makan orang lain. Oleh sebab itu, usahakanlah untuk makan bersama keluarga setidaknya satu kali sehari bagi orang tua bekerja sehingga anak dapat melihat orang tuanya sebagai role model. Pada saat makan bersama, orang tua harus memperlihatkan perilaku makan yang baik dengan memperhatikan kontak mata dengan anak. Orang tua juga harus memperlihatkan pilihan makanan yang sehat untuk anak dengan variasi makanan yang tidak membosankan.

Strategi pemberian makan juga harus memperhatikan rasa lapar dan kenyang anak sehingga anak-anak tidak akan merasa dipaksa untuk makan. Salah satu yang juga harus dihindari oleh orang tua adalah memberikan makanan sebagai hadiah/reward ketika anak berhasil mencapai sesuatu. Makanan sebagai hadiah biasanya berupa makanan yang manis dan padat kalori seperti es krim, coklat, dan permen yang dikhawatirkan akan semakin meningkatkan keinginan anak terhadap rasa manis tersebut.

(dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK)

Referensi:

  1. Savage, JS, Fisher JO, Birch LL. Parental influence on eating behaviour. J Law Med Ethics, 2007.
  2. Shloim, N, Edelson LR, M Nathalie. Parenting Styles, Feeding Styles, Feeding Practices, and Weight Status in 4-12 Year Old Children: A Systematic Review of the Literature. Frontiers in Psychology, 2014








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah





Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah