Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Perhatikan Hal Ini Saat Berinteraksi dengan Difabel



Disabilitas seringkali dipahami sebagai berkebutuhan khusus dan berbeda kemampuan. Konvensi Pelindungan Penyandang Disablitas memaknai disabilitas atau difabel, sebagai kerusakan/ketidakberfungsian/kehilangan sebagian atau seluruh bagian tubuh, mental, sensorik, dan motorik yang dapat memenui hambatan untuk berpatisipasi penuh dalam bersosialisasi dan berinteraksi. 

Bagian terpenting dalam berinteraksi dengan seorang difabel adalah memandang dia sebagai pribadi, bukan melihat kecacatan apa yang dimiliki orang tersebut. Meski Anda mungkin berniat baik, tapi salah penempatannya akan menyinggung perasaan mereka. 

Agar tidak salah dalam berinteraksi dengan difabel, berikut etiket yang sebaiknya Anda perhatikan: 

-Bertanyalah terlebih dahulu sebelum membantu. Misalnya, jika Anda menemui difabel dengan kursi roda, jangan langsung mendorong kursi tersebut, tapi tawarkan bantuan Anda dengan kata-kata yang ramah, misalnya,” Adakah yang bisa saya bantu?” Atau “Apakah Anda ingin saya mendorong kursi roda Anda?” Membantu sebelum bertanya berarti dia tidak mampu dan dapat menyinggung perasaan orang tersebut. 

– Jangan memandang disablitas mereka sebagai sebuah tragedi. Banyak difabel telah berhasil mengatasi emosi yang sulit untuk merasa bahagia dan puas dengan kehidupan mereka. Pernyataan yang menyiratkan keprihatinan Anda akan membuat mereka merasa sedih dan menyesal. 

-Hindari menyentuh kepala, kursi roda atau tongkat. Karena keduanya dianggap sebagai kaki bagi difabel. 

-Sesuaikan postur tubuh saat berbicara dengan difabel. Perbedaan tinggi antara orang-orang yang duduk di kursi roda dan tubuh dapat menciptakan peraasaan superioritas dan inferioritas yang tak terucap. Agar aman, duduk atau berdiri pada tingkat mata dengan mereka. Duduk di kursi (dengan atau tanpa meja)  lebih baik daripada berlutut yang bisa menyebabkan orang di kursi roda merasa seperti anak kecil. 

Baca Juga
Bahayanya Obat PCC Bila Dikonsumsi Sembarangan

-Membuat kontak mata. Jangan pernah mengacuhkan atau mengabaikan orang difabel karena mereka manusia dan keberadaan mereka layak mendapat pengakuan. 

-Berbicaralah pada difabel yang Anda ajak bicara secara langsung, bukan melalui pendampingnya. Bila Anda mendekati pendampingnya terlebih dulu, dia merasa Anda tidak menganggapnya setara atau tidak mampu. 



-Jangan meremehkan kemampuan difabel, karena banyak yang mampu merawat diri sendiri tanpa bantuan apa pun. 

-Berhati-hatilah menggunakan istilah yang menyinggung, seperti kata cacat, atau penggunaan istilah yang merujuk pada disabilitasnya, seperti si buta, si tuli dan lainnya. 

 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah