Pengobatan Penyakit Ngantuk Narkolepsi



Mantan ketua DPR yang juga tersangka kasus korupsi e-ktp diberitakan serimg jatuh tertidur saat pemeriksaan KPK, saat sidang, bahkan saat menghadiri acara resepsi. Kemudian, beredar berita bahwa Setya Novanto menderita kelainan yang disebut narkolepsi. Apakah narkolepsi itu?

Narkolepsi adalah kelainan neurologis kronis yang mempengaruhi pengendalian tidur dan bangunnya seseorang. Narkolepsi menyebabkan tidur malam terfragmentasi dan membuat penderitanya mengalami kantuk berlebihan di siang hari.

Biasanya, kelainan ini disertai dengan gerakan mata cepat yang abnormal (REM) dan dapat melibatkan cataplexy atau serangan otot yang berlangsung singkat dan dapat menyebabkan kelemahan tubuh.

Tingkat keparahan narkolepsi berkisar dari berat hingga ringan. Dalam kasus yang parah, dapat berdampak negatif pada aktivitas sosial, sekolah, pekerjaan, kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Seseorang dengan narkolepsi dapat tertidur setiap saat, misalnya saat berbicara atau mengemudi.

Gejala utama narkolepsi adalah kantuk di siang hari yang berlebihan dan pergerakan mata yang cepat dan abnormal (REM), cenderung muncul di masa remaja, atau pada awal usia dua puluh dan tiga puluhan. 

Narkolepsi dapat diobati dengan pengobatan dan penyesuaian gaya hidup.

Ada tiga jenis narkolepsi:
Tipe 1: Narkolepsi dengan cataplexy
Tipe 2: Narkolepsi tanpa cataplexy, terutama yang menyebabkan kantuk berlebihan di siang hari.
Narkolepsi sekunder: Ini bisa diakibatkan oleh luka pada hipotalamus, bagian otak yang terlibat dalam pengaturan siklus tidur.

Baca Juga
Obesitas vs Pubertas

Penyebab
Penyebab pastinya tidak diketahui, namun narkolepsi mungkin termasuk penyakit autoimun bawaan yang menyebabkan penderitanya kekurangan hypocretin, atau orexin, zat kimia yang dibutuhkan otak untuk tetap terjaga. Ada juga kemungkinan, narkolepsi bersifat genetik.

Hipokretin adalah neurotransmiter, zat kimia yang mengatur saraf dan mengendalikan tidur dan bangunnya kita. Hipokretin diperlukan untuk membantu kita tetap terjaga.

Kebanyakan orang dengan narkolepsi tipe 1 memiliki kadar hipokretin yang rendah, tapi tidak bagi penderita tipe 2.

Cedera otak, tumor, atau penyakit lain yang mempengaruhi otak terkadang bisa juga menyebabkan narkolepsi.

Pengobatan
Tidak ada obat untuk narkolepsi, tapi terapi obat-obaran tertentu bisa membantu mengatasi gejalanya. Misalnya, stimulan bisa mengobati kantuk dan obat antidepresan dapat mengobati gejala cataplexy dan tidur REM yang abnormal.



Individu dengan narkolepsi harus menghindari aktivitas yang dapat menimbulkan ancaman kesehatan, seperti menggunakan mesin atau mengemudi kendaraan, sampai cataplexy yang dideritanya dapat dikendalikan.

Pengobatan mungkin perlu disesuaikan saat gejala berubah.

Ditijau oleh: dr. Adnan Yusuf

 








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah