Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Mood Selalu Berubah, Apa yang Salah?



Bagi sebagian wanita, mood itu seperti cuaca yang cepat sekali berubah. Jam ini cerah, bisa jadi beberapa jam kemudian berubah jadi mendung. Sering merasa mood tidak terkendali? Anda tidak sendiri, banyak wanita yang mengalaminya. 

Penyebab Mood Berubah

Banyak kodisi dan pilihan gaya hidup yang dapat menyebabkan perubahan mood wanita sukar diprediksi, di antaranya:

Premenstrual Syndrome (PMS)  

Selain perubahan mood, PMS dapat menyebabkan kelelahan, perubahan nafsu makan, depresi, kembung, dan banyak lagi. Tidak jelas mengapa periode pra-menstruasi ini menyebabkan gejala-gejala tersebut. Para peneliti menduga bahwa pergeseran hormon estrogen adalah yang mungkin jadi penyebabnya. Pada hari-hari dan minggu sebelum mens, tingkat estrogen seorang wanita naik dan turun secara dramatis. Pergeseran tersebut dapat mempengaruhi suasana hati dan perilaku.

Gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD)

Premenstrual dysphoric disorder (PMDD) adalah jenis PMS yang lebih berat dan jarang. PMDD mempengaruhi hingga 5 persen wanita usia subur. Gejala PMDD termasuk perubahan suasana hati yang ekstrem, depresi berat, iritabilitas ekstrim, dan banyak lagi.

Stres

Stress dan perasaan khawatir berdampak pada tubuh dan kesehatan Anda dalam berbagai cara yang tidak sehat. Salah satunya bisa memengaruhi mood. Frustrasi, khawatir, dan keadaan stress yang konstan dapat menyebabkan perubahan mood, bersamaan dengan masalah psikologis lainnya.

Gangguan psikologis

Gangguan psikologis dan kondisi perilaku dapat memengaruhi disposisi dan menyebabkan gejala seperti perubahan mood. Gangguan ini termasuk gangguan attention deficit hyperactivity (ADHD), depresi, gangguan bipolar, dan banyak lagi. Mengobati kondisi ini kemungkinan besar akan meredakan gejala mood swings dan gejala lain yang mungkin dialami.

Baca Juga
Hymenoplasty, Rekonstruksi Selaput Dara

Ketidakseimbangan hormon

Estrogen mungkin memainkan peran dalam perubahan mood terkait PMS, tetapi hormon lain juga dapat mempengaruhi mood Anda. Hypothyroidism, suatu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon, merupakan gangguan hormon yang umum. Itu dapat mempengaruhi suasana hati dan menyebabkan gejala lainnya.

Masa pubertas

Masa puber adalah masa perubahan emosional, fisik, dan psikologis dalam kehidupan seorang anak. Perubahan mood dan reaksi emosional yang tidak dapat dijelaskan dapat terjadi selama fase ini.

Kehamilan

Perubahan kadar hormon selama kehamilan dapat menyebabkan perubahan emosi dan suasana hati. Kemudian juga wanita hamil sering mengalami perubahan fisik dan stress emosional yang dapat membuat masalah seperti perubahan mood dan luapan emosi lebih parah.

Menopause

Peralihan besar lain dalam hidup seorang wanita, menopause, dikaitkan dengan periode perubahan mood dan pergeseran emosi yang cepat juga. Ketika kadar estrogen turun, banyak wanita mengalami berbagai gejala, termasuk perubahan mood, hot flashes, insomnia, dan berkurangnya dorongan seksual. Beberapa dokter akan memberikan perimenopause wanita dengan obat-obatan pengganti hormon untuk memudahkan menjalani fase estrogen yang rendah.

Yuk, Perbaiki Gaya Hidup

Agar mood lebih mudah terkendali cobalah untuk olahraga teratur. Ketika Anda berolahraga, tubuh menghasilkan hormon dan endorfin yang dapat membantu mengurangi stress dan meningkatkan mood lebih baik.

Selain itu, konsumsi suplemen kalsium. Studi menunjukkan, suplemen kalsium dapat membantu meringankan gejala depresi, kecemasan, dan fluktuasi emosi dari PMS.



Baca Juga
7 Cara Alami Cepat Hamil Bagi Penderita PCOS

Anda juga perlu menerapkan pola makan sehat. Makanlah dalam porsi kecil setiap hari untuk membantu menstabilkan gula darah untuk menjaga perubahan mood secara tiba-tiba.

Berlatih juga cara cara mengelola stres. Meditasi, pernapasan dalam, dan yoga sudah dikenal terbukti membantu mengelola stres. Terapi pijat atau terapi bicara juga sangat bermanfaat.

 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah





Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah