Memilih Susu Pertumbuhan Untuk Anak Usia 1 – 2 Tahun

Tumbuh kembang seorang anak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor eksternal yang sangat berpengaruh adalah gizi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak setiap harinya. Air susu ibu (ASI) merupakan satu-satunya makanan tunggal yang paling sempurna untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan karena mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan kesehatannya. Menginjak usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI dan tetap diberi ASI hingga usia 2 tahun.

Agar dapat mencapai gizi yang seimbang, ibu harus memperhatikan komposisi makanan anak. Variasi makanan ditingkatkan sehingga mencakup sayuran dan buah-buahan, lauk pauk sumber protein hewani dan nabati, serta makanan pokok sebagai sumber kalori. Susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang dapat ditambahkan dalam diet anak sehari-hari. Selain mengandung protein dengan kualitas baik, susu juga merupakan bahan makanan sumber kalsium, vitamin A dan vitamin D.

Susu pertumbuhan adalah istilah yang digunakan untuk susu yang ditujukan bagi anak usia 1-3 tahun. The American Academy of Pediatric merekomendasikan konsumsi susu atau produk olahan susu sebanyak dua hingga tiga kali sehari. Agar anak dapat memperoleh manfaat susu yang optimal, ibu harus memahami cara memilih susu pertumbuhan yang tepat bagi buah hati. Pastikan bahwa susu yang dipilih sudah sesuai dengan kisaran usia anak. Hal ini penting karena kandungan gizi dalam susu sudah disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak. Biasanya kategori usia untuk suatu produk pangan tercantum pada kemasannya. Selanjutnya, ibu juga dapat memperhatikan informasi nilai gizi pada label kemasan. Kandungan energi pada susu pertumbuhan yang dianjurkan adalah 60 – 80 kkal per 100 mL susu yang sesuai dengan kandungan energi pada ASI.

Baca Juga
Mengontrol Berat Badan saat Hamil

Selain kandungan energi secara keseluruhan, ibu juga harus memahami sumber protein yang digunakan, apakah berbahan dasar susu sapi atau kedelai. Untuk anak-anak dengan alergi susu sapi, sebaiknya ibu berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk menggunakan susu pertumbuhan berbahan dasar kedelai. Yang perlu diingat pula, bahwa pada usia di atas 1 tahun susu sudah tidak menjadi sumber nutrisi yang utama lagi. Susu pertumbuhan dapat ditambahkan ke dalam diet harian anak sebagai sumber protein.

(dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK)

Sumber:

  1. Scientific Opinion on the essential composition of infant and follow-on formulae. European Food Safety Authority. EFSA Journa 2014.
  2. Milk and dairy products in human nutrition. Food and Agriculture Organization of The United Nations. 2013
  3. Nutrition in childhood. Krause’s Food and Nutrition Therapy, 12 ed. 2008








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah





Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah