Melanoma, Apakah Itu?



Kanker kulit dapat dialami oleh siapa saja, dan salah satu tipe kanker kulit dikenal secara nama melanoma. Melanoma terjadi pada sel melanocyte yang memproduksi melanin, pigmen yang memberikan warna pada kulit dan dapat muncul pada punggung, kaki, lengan hingga wajah (area yang paling banyak terpapar sinar matahari). Selain berkembang dalam sel tersebut, melanoma dapat muncul pada mata dan bahkan organ dalam seperti pada usus.

Penyebab dari melanoma dicurigai berasal dari paparan terhadap radiasi sinar UV atau ultraviolet dari matahari. Membatasi paparan terhadap sinat UV yang terlalu lama dapat membantu mengurangi risiko terkena melanoma. Selain mengurangi paparan terhadap sinar UV, faktor umur dan faktor jenis kelamin terutama para perempuan juga meningkatkan risiko terkena melanoma. Namun, deteksi dini dapat membantu mencegah memburuknya stadium kanker.

Terdapat beberapa gejala yang merupakan pertanda awal terjadinya melanoma pada seseorang.
1.Adanya perubahan pada tahi lalat.
2.Adanya massa yang tumbuh dan berkembang secara warna pigmen baru dan tampilan yang tidak biasa.

Tahi lalat yang normal biasanya memiliki tiga warna utama, mulai dari warna kecokelatan hingga kehitaman secara batasan yang jelas antara tahi lalat secara kulit skitarnya. Bentuk tahi lalat normal biasanya adalah oval atau bundar secara ukuran yang lebih kecil dari 6 milimeter, atau seukuran penghapus pensil.

Pada kondisi normal, seseorang dapat memiliki tahi lalat sebanyak 10 hingga 45 tahi lalat. Tahi lalat dapat terus bermunculan hingga usia 40 tahun, meski tampilannya dapat mengalami perubahan konstan bahkan hilang sama sekali karena pertambahan usia. 

Saat tahi lalat dicurigai sebagai bakal melanoma, maka ada beberapa ciri yang membedakannya sebagai berikut.

1.Bentuk tahi lalat yang asimetris, tidak bundar maupun oval.
2.Bentuk pinggirannya yang juga tampak tidak seperti biasanya, seperti titik-titik atau bergelombang.
3.Adanya perubahan warna, mulai dari warna yang tidak merata hingga warna yang berbeda-beda.
4.Adanya pertumbuhan hingga lebih dari 6 milimeter dan perubahan yang terus terjadi.
5.Timbul rasa gatal hingga keluar cairan atau terjadi perdarahan.

Baca Juga
Liburan, Kok Malah Sakit?

Meski demikian, tidak semua gejala ini dialami secara merata oleh penderita melanoma. Penderita melanoma ada yang hanya mengalami dua atau tiga dari keseluruhan gejala. 

Selain melanoma yang berupa tahi lalat, terdapat pula melanoma yang letaknya tersembunyi, di area yang jarang terpapar sinar matahari, seperti pada sela-sela jari kaki dan jari tangan, telapak kaki, kulit kepala hingga area sensitif. Biasanya, melanoma  yang seperti ini dialami oleh orang-orang secara kulit yang lebih gelap. Selain pada area yang sudah disebutkan, melanoma juga dapat terjadi pada kuku, mulut, saluran pencernaan, saluran kandung kemih, vagina pada wanita hingga pada mata.


Penyebab seseorang dapat mengalami melanoma adalah adanya keabnormalan yang terjadi pada sel yang memproduksi melanin, yang dikenal sebagai melanocyt, sel pemberi warna pada kulit manusia. 

Dalam kondisi normal, sel kulit mengalami perkembangan secara terkontrol, di mana sel baru yang sehat menggantikan sel-sel yang sudah tua untuk muncul ke permukaan kulit, yang kemudian mati dan terkikis. Namun, ketika terjadi kerusakan pada DNA, sel baru dapat mengalami pertumbuhan yang tidak terkendali sehingga menyebabkan terbentuknya massa kanker. Penyebab rusaknya DNA dalam sel-sel kulit sendiri belum jelas, dan dapat terjadi akibat berbagai faktor, mulai dari faktor di luar tubuh berupa paparan sinar UV hingga di dalam tubuh yang bersifat genetik. 

Faktor tambahan yang membuat risiko terkena melanoma semakin tinggi berupa adanya kulit yang cerah secara kadar pigmen melanin yang lebih sedikit sehingga perlindungannya pun lebih sedikit. Selain itu, riwayat pernah mengalami terbakar matahari, terpapar sinar UV secara berlebihan, tinggal di daerah khatulistiwa yang banyak mendapatkan sinar matahari, memiliki banyak tahi lalat yang bentuknya abnormal, adanya riwayat penderita melanoma dalam keluarga hingga sistem imun tubuh yang melemah karena menderita penyakit yang menyerang sistem imun tubuh juga dapat berkontribusi pada kondisi melanoma.

Baca Juga
GSK Bangun Pabrik Pasta Gigi di Indonesia

Pengobatan bagi kondisi melanoma bergantung pada stadium kanker. Pada stadium awal, pengobatan dapat dilakukan secara melakukan operasi pengangkatan sel-sel kanker saat biopsi. Saat melanoma sudah menyebar hingga melebihi area kulit, perawatan yang dapat dilakukan meliputi:

1.Operasi untuk mengangkat kelenjar getah bening yang sudah terkena sel kanker.



2.Kemoterapi untuk menghancurkan sel kanker, melalui saluran infus, meminum pil atau keduanya. Selain dua cara tersebut, metode yang dinamakan isolated limb perfusion juga dapat dilakukan, di mana darah di bagian lengan dan kaki diblokir penyalurannya ke area lain selama beberapa saat agar obat kemoterapi dapat langsung menarget lokasi sekitar melanoma.

3.Terapi radiasi, yang menggunakan sinar energi seperti X-rays. Biasanya, terapi ini merupakan bentuk perawatan lanjutan secara melaksanakan operasi pengangkatan kelenjar getah bening namun sel kanker sudah terlanjur menyebar ke area lain.

Untuk mencegah penyakit melanoma, diperlukan tindakan seperti menghindari paparan sinar matahari tepat di tengah siang hari, dari pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore, mengenakan perlindungan seperti tabir surya, mengenakan pakaian yang melindungi kulit, hindari prosedur penggelapan kulit atau tanning yang menggunakan sinar UV serta mengenali bagian-bagian kulit secara menyeluruh untuk dapat mendeteksi jika terjadi perubahan yang tidak biasa. (PA)

Ditinjau oleh: dr. Rahajeng A.P



TOPIK





Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah