Lahir pada Masa Ini, Berisiko Tinggi Terkena Hepatitis C

Bila Anda atau orangtua Anda lahir pada masa baby boomer (1946-1964), Anda harus ekstras hati-hati terhadap Hepatitis C. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat atau CDC yang memberikan peringatan ini. Pasalnya, orang-orang yang lahir masa ini, lima kali lebih mungkin terkena Hepatitis C dibanding orang yang lahir di luar masa itu. 

Sayangnya, mayoritas orang tidak tahu mereka terinfeksi virus hepatitis C karena seringkali tidak mengalami gejala. Karena itulah mengapa tes antibodi hepatitis C menjadi sangat penting supaya kita bisa mengetahui ada atau tidaknya virus sejak dini. 

Tapi, tidak semua orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala apapun. Ada juga mereka yang mengalami gejala seperti  demam, kelelahan, urin berwarna gelap, feses berwarna seperti tanah liat, sakit perut, hilangnya nafsu makan, mual, muntah, nyeri sendi dan penyakit kuning (kulit dan mata menjadi berwarna kuning). 

Hepatitis C adalah penyakit hati yang menyebar terutama melalui kontak dengan darah orang yang terinfeksi. Biasanya, inj terjadi melalui praktik injeksi tidak aman, sterilisasi peralatan medis yang tidak memadai dan transfusi darah yang tidak diskrining. Mereka yang terinfeksi dapat terus mengembangkan sirosis hati atau kanker liver.

Para ahli masih belum benar-benar mengerti mengapa mereka yang lahir di masa baby boomer, memiliki tingkat risiko tertinggi penyakit ini. Namun, para ahli curiga, kemungkinan penyebabnya adalah karena kesadaran dan prosedur steril peralatan medis belum sebagus saat ini.

Baca Juga
Kelebihan Darah Tali Pusat Bagi Penderita Leukemia Berdasarkan Penelitian

Populasi lain yang berada pada risiko tinggi adalah mereka yang menggunakan narkoba suntik, orang-orang yang terinfeksi HIV, dan anak-anak yang lahir dari ibu positif hepatitis C. 
Apabila ditangani dengan cepat, kerusakan hati pada penderita bisa dicegah. Sekali lagi, inilah juga gunanya melakukan deteksi dini atau pemeriksaan antibodi hepatitis C.
 
 Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah





Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah