Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kurang Tidur? Hati-Hati Penyakit Jantung



Kurang  tidur telah terbukti memiliki efek buruk pada jantung, dan banyak penelitian telah menghubungkannya dengan hipertensi. Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Hypertension menemukan bahwa tidur yang singkat  berdampak buruk pada kesehatan jantung. 

Penelitian ini dilakukan di Universitas Chicago, Amerika. Sejumlah orang dewasa muda dibagi dalam tiga kelompok. Ada kelompok yang ditugaskan untuk tidur singkat-kurang dari lima jam dalam seminggu setiap malam, kelompok lainnya tidur dalam jam normal-7-8 jam, dan setengahnya lagi tidur di siang hari. 

Para peneliti mengukur tekanan darah dan denyut jantung di siang hari, kadar norepinephrine, hormon stres yang dapat meningkatkan tekanan darah, dan variabilitas denyut nadi, variasi interval detak jantung digunakan sebagai indikator risiko kardiovaskular.



Dari penelitian ini terlihat tidur yang singkat menghasilkan detak jantung yang lebih tinggi di siang hari. Pada kelompok yang tidur siang hari, terlihat memiliki kadar norepinefrin yang lebih tinggi dan variabilitas denyut nadi pada malam hari, saat mereka terjaga. “Ketika variabilitas denyut nadi berkurang, ini adalah penanda untuk peningkatan risiko kardiovaskular,” kata penulis studi utama Dr. Daniela Grimaldi, asisten profesor riset di Northwestern University Feinberg School of Medicine.

Dalam penelitian itu juga terlihat, ketika mereka masuk dalam fase tidur yang lelap, tekanan darah turun, detak jantung turun, benar-benar memungkinkan tubuh pulih. Tapi di kedua kelompok yang tidurnya terbatas, detak jantung benar-benar meningkat, terutama untuk kelompok yang tidur di siang hari. 

Baca Juga
Makanan untuk Meningkatkan Kesuburan

Menurut periset  satu-satunya hal yang dapat memperbaiki kondisi ini adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, melakukan aktivitas fisik, dan mencoba meminimalkan semua kondisi gaya hidup lainnya yang dapat menyebabkan risiko kardiovaskular juga. 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf











Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah