Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kurang Tidur Berbahaya Bagi Wanita



Tubuh Anda serasa remuk setelah bangun tidur? Atau belakangan Anda merasa kurang bisa fokus? Itu pertanda tidur Anda kurang berkualitas. Kurang tidur kerap kali dianggap sepele. Padahal, dampaknya cukup besar bagi kesehatan.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Psychiartic Research menyebutkan gangguan tidur bisa menyebabkan bangun dengan keadaan tubuh kurang bugar. Selain itu, tidur yang tidak berkualitas juga dapat meningkatkan peradangan pada wanita yang menyebabkan munculnya serangan jantung koroner. Peradangan tingkat parah lebih sering terjadi pada wanita, ketimbang pria. Karena itu risikonya meningkat jika wanita memiliki gangguan tidur. .

Bagi Anda yang menginginkan penurunan berat badan, cobalah untuk meningkatkan kualitas tidur Anda. Pasalnya, kurang tidur membuat pembakaran kalori tidak maksimal sehingga bisa mengakibatkan kegemukan atau obesitas. “Beberapa riset menunjukkan kurangnya waktu tidur selama bertahun-tahun berpengaruh pada metabolisme dan meningkatkan resiko obesitas dan diabetes melitus,” begitu kata Siobhan Banks, peneliti bidang psikiatri.

Dampak lain dari kurang tidur adalah Anda jadi berubah ‘pikun’. Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal-Sleep menunjukkan bahwa tingkat akurasi dalam mengerjakan tugas kuliah atau tugas kantor yang membutuhkan daya ingat bisa berkurang sampai 15 persen jika kita kurang tidur. Tanpa tidur yang cukup, otak kita akan kesulitan menyimpan hal-hal penting atau data penting.

Selain itu, jika tidur terganggu, wanita juga akan jauh lebih mudah marah ketimbang pria saat bangun tidur. Menurut survei yang dilakukan Duke University, AS, wanita lebih banyak membutuhkan tidur daripada pria. Dibandingkan pria, penderitaan fisik dan mental lebih besar terjadi pada wanita yang kurang tidur.



Baca Juga
Fibrilasi Atrium dan Rekomendasi Pengobatannya

Penelitian lain juga menunjukkan  bahwa antibodi dalam tubuh orang yang kurang tidur dalam menerima vaksin, 50% lebih lemah dibanding dengan orang yang waktu istirahatnya cukup. Selama tidur tubuh akan memproduksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Tidur yang cukup juga membantu tubuh memproduksi lebih banyak antioksidan yang akan melawan radikal bebas. Berkurangnya waktu tidur berarti mengurangi proses sintesis melatonin.Melatonin juga meningkatkan efektivitas vitamin C, sumber antioksidan lainnya.

Melalui serangkaian studi dan penelitian ditemukan bahwa kurang tidur memiliki efek berpotensi berbahaya pada ekspresi gen, yaitu pemicu sering grogi. Jadi, jika Anda kerap grogi, coba perbaiki kualitas tidur Anda.

Agar tidur Anda berkualitas, para ahli biologi menyarankan untuk tidur dalam gelap. Karena,  tubuh tidak akan memproduksi hormon melatonin ketika ada cahaya. Hormon melatonin merupakan hormon yang mampu menjaga kekebalan tubuh terhadap berbagai macam penyakit.

 








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah