Kista, Apakah Itu?

Bakat munculnya kista sebenarnya sudah ada di dalam tubuh semua wanita. Tetapi yang membedakan adalah, bagaimana pola hidup yang Anda jalani. Pola hidup sangat berpengaruh pada kondisi kista. Pola hidup buruk dapat membuat kista berkembang lebih besar, sedangkan pola hidup sehat mampu membuat kista hilang dengan sendirinya.
 
Jika kista semakin membesar di dalam tubuh, biasanya harus dilakukan operasi untuk pengangkatan kista tersebut. Kista adalah tumor jinak yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya. Penyakit kista adalah penyakit yang sering menyerang alat reproduksi wanita.

Jika kista tumbuh tidak sehat di dalam tubuh, biasanya, akan terasa nyeri di area perut yang kemudian menjalar ke bagian perut bagian bawah. Hal tersebut disebabkan, karena adanya peregangan pada jaringan akibat pembesaran kista. Jika kista terus membesar dapat berisiko terjadinya kemandulan.

Penyebab terjadinya kista dikarenakan oleh beberapa faktor, seperti:

1. Tumor

2. Genetik

3. Infeksi

4. Adanya kesalahan dari dalam organ embrio yang berkembang

5. Terjadinya penyumbatan dalam tubuh

Penyakit kista juga baru dapat ditemukan setelah Anda melakukan USG, CT-Scan, MRI dan X-ray. Jenis penyakit kista pun beragam, namun yang paling banyak dialami dan ditakuti para wanita adalah kista ovarium dan kista payudara.

Baca Juga
Ini Cara Tahan Lama Berhubungan Badan

Kista ovarium terjadi akibat akumulasi cairan hormonal ovarium dan umumya terjadi pada saat masa-masa subur. Ovarium itu sendiri berperan dalam pembuatan sel telur, termasuk hormon estrogen yang menjadi pemicu terjadinya menstruasi.

Gejala yang Anda alami saat mengalami penyakit kista ovarium, diantaranya adalah:

1. Nyeri pada sekitar perut

2. Susah atau terlalu sering buang air kecil

3. Nyeri pada punggung bagian bawah

4. Nyeri saat melakukan hubungan seksual

5. Adanya rasa nyeri pada saat Anda mengalami menstruasi

6. Berat badan bertambah

7. Mual dan muntah

8.Tidak nafsu makan

Perlu diketahui, bahwa kista ovarium dapat hilang dengan sendirinya, tapi harus tetap diwaspadai. Untuk mengetahui adanya perubahan pada kista, Anda diharuskan melakukan pemeriksaan kembali setelah satu hingga tiga bulan berikutnya. Selain itu, jika kista mulai menimbulkan rasa nyeri, sebaiknya Anda melakukan tindakan lebih lanjut, misalnya pembedahan.

Selain kista ovarium, jenis kista lainnya yang juga banyak dialami wanita adalah kista payudara. Kista payudara terjadi pada saat adanya rongga berkantung yang terisi cairan di jaringan payudara. Kista jenis ini biasanya terjadi pada wanita yang berusia 35 tahun ke atas dan belum mengalami menopause.

Walaupun kista payudara dapat hilang dengan sendirinya, biasanya dokter akan mengeluarkan cairan kista dengan menggunakan suntikan dan jarum. Cairan tersebut berwarna cerah dan gelap. Setelah dilakukan penyedotan cairan, maka pada bekas kista akan terasa memar dan lebih lunak. Kebanyakan penyakit tersebut tidak berbahaya dan ada banyak cara pengobatan. Tapi, jenis pengobatannya pun berbeda, tergantung pada jenis, ukuran, usia dan gejalanya.

Baca Juga
Studi: Anak di Rumah Memengaruhi Kesehatan Wanita

Oleh karena itu, sebelum kista semakin membesar sebaiknya Anda melakukan beberapa pencegahan dengan menjalankan pola hidup sehat, yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat, tidak merokok dan rutin melakukan olahraga. Semoga membantu! (PR)

 

Ditinjau oleh: dr. Tri Ari Wibowo








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah





Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah