Kenali Penyebab Dan Cara Mencegah Gusi Bengkak



Gusi bengkak dapat terjadi karena berbagai penyebab. Gusi bengkak bisa disertai bau mulut atau perdarahan, tapi bisa juga tidak. Gusi bengkak adalah salah satu gejala dari gingivitis kronis atau peradangan gusi kronis. Pembengkakan yang terjadi pada tubuh, termasuk pada gusi, adalah sinyal untuk mengingatkan Anda bahwa ada sesuatu yang terjadi dan perlu ditangani. Deteksi dan pengobatan gusi bengkak sedini mungkin dapat mencegah kondisi lain yang parah misalnya periodontitis. Periondotitis adalah infeksi gusi yang merusak jaringan lunak dan menghancurkan gigi Anda.

Penyebab Gusi Bengkak

1. Plak dan Tartar

Kebanyakan pembengkakan gusi terjadi karena satu sebab yaitu plak. Plak adalah lapisan tak terlihat pada gigi dan gusi yang terbentuk oleh bakteri di mulut. Plak akan terlihat jika gigi tidak dibersihkan secara rutin sehingga menimbulkan zat berwarna keputihan atau kekuningan pada permukaan gigi. Plak dapat dihilangkan dengan menyikat gigi karena konsistensinya yang lunak. Plak tidak hanya menyebabkan gigi berlubang tapi juga menyebabkan infeksi. Plak yang menumpuk dapat masuk ke dalam gusi dan menyebabkan peradangan dari dalam ke luar. 

Tartar terbentuk dari plak yang mengeras dan juga dikenal dengan sebutan dental kalkulus atau karang gigi. Plak akan berubah menjadi tartar dalam kurun waktu tertentu atau biasanya lebih dari 10 hari. Biasanya tartar terbentuk di antara celah gigi dan gusi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi, sehingga pembentukannya cenderung tidak terkontrol dan hanya bisa dibersihkan oleh dokter gigi. 

2. Iritasi

Reaksi alergi terhadap bahan yang terkandung oleh pasta gigi, makanan, obat-obatan, atau bahkan perbaikan kawat gigi dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, atau pembengkakan pada jaringan gusi. Banyak orang baru menyadari bahwa mereka mengalami gusi bengkak setelah mengganti pasta gigi.

3. Sisa Makanan

Makanan yang masuk  ke bawah gusi atau melekat di sela-sela gigi seringkali sulit untuk dibersihkan, terutama jika hal tersebut sering terjadi sepanjang hari. Salah satu contoh makanan yang sering terjebak di bawah gusi adalah popcorn.  Satu atau dua hari sesudahnya,terjadilah  pembengkakan yang baru akan mereda setelah sisa-sisa popcorn dibersihkan atau keluar dengan sendirinya.

4. Perbaikan gigi  dengan cara yang salah

Gigi yang merenggang karena usia dan diperbaiki dengan cara yang salah, dapat memudahkan sisa-sisa makanan terjebak di sela-sela gigi. Seringkali, sisa-sisa makanan yang sudah terjebak itu sulit dibersihkan sehingga lama-kelamaan dapat menyebabkan infeksi. Gigi palsu yang tidak pas juga dapat mengiritasi jaringan gusi, menyebabkannya luka atau bengkak.

5. Hormon

Beberapa wanita menemukan bahwa perubahan kadar hormon dapat menyebabkan gusi bengkak. Hal ini biasanya bersifat sementara, dengan kasus terpanjang biasanya dikaitkan dengan kehamilan.

6. Obat

Jika Anda sudah sangat baik dalam menjaga dan merawat kesehatan gigi tapi masih mengalami gusi bengkak, maka saatnya untuk memeriksa obat apa yang Anda konsumsi. Beberapa obat seperti obat untuk tekanan darah tinggi dapat membuat pertumbuhan berlebih dari jaringan gusi yang terlihat seperti bengkak.

Mencegah Gusi Bengkak

Yang paling ideal, pencegahan gusi bengkak dilakukan mulai dari rumah dengan cara:

1. Mengatur pola makan seimbang,  mencakup buah-buahan dan sayuran

2. Hindari makanan dan minuman manis.

3. Hindari hal-hal yang dapat mengiritasi gusi seperti obat kumur yang terlalu tajam, alkohol, dan tembakau. 

4. Ubah merek pasta gigi dan obat kumur jika Anda menemukan ketidaknyamanan pada area oral Anda.

5. Sikat dan dan gunakan benang gigi secara teratur.

6. Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan.



7. Jika gusi bengkak yang Anda alami disebabkan oleh reaksi terhadap obat, berkonsultasilah dengan dokter agar dokter bisa meresepkan jenis obat yang lain. 

8. Hubungi dokter Anda jika ketidaknyamanan yang Anda rasakan pada area oral bertahan lebih lama dari 2 minggu.

 

Baca Juga
Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh untuk Anda yang Sibuk

Ditinjau oleh: dr. Deffy Laksani Anggar Sari



TOPIK





Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah