Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kembali ke Berat Badan Semula Seperti Sebelum Hamil



Memiliki berat badan, bahkan bentuk badan, seperti sebelum hamil merupakan dambaan bagi setiap wanita yang baru melahirkan. Namun kapankah waktu yang tepat untuk memulai penurunan berat badan dan bagaimanakah caranya agar tidak mengganggu produksi ASI?

Menyusui secara eksklusif tidak hanya diketahui memiliki manfaat bagi bayi, namun juga bermanfaat bagi ibu karena dapat membantu mengembalikan berat badannya seperti sebelum hamil. Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa menyusui secara eksklusif dapat menunjang penurunan berat badan ibu dan juga peningkatan berat badan bayi yang sesuai.

Selama periode menyusui, ibu membutuhkan tambahan 330 kkal per hari dalam 6 bulan pertama dan 400 kkal dalam 6 bulan kedua agar dapat memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup. Untuk ibu dengan berat badan berlebih atau bahkan obes, tentunya jumlah kalori yang ditambahkan tidak perlu sebesar rekomendasi tersebut karena simpanan lemak ibu yang tertimbun selama masa kehamilan atau bahkan sebelum kehamilan juga dapat digunakan dalam menunjang produksi ASI.

Oleh sebab itu, agar dapat memproduksi ASI dalam jumlah cukup dan berhasil melewati masa menyusui eksklusif 6 bulan, ibu tidak dianjurkan untuk melakukan diet ketat dan tetap melanjutkan pola makannya seperti biasa. Diet ketat yang kurang dari 1500 kkal per hari diketahui dapat menurunkan produksi ASI sehingga tidak dianjurkan dalam  6 bulan pertama setelah melahirkan.

Baca Juga
Lakukan Ini Sebelum Diet Keto

Oleh sebab itu konsumsilah makanan dengan gizi seimbang tanpa mengurangi porsi secara berlebihan agar produksi ASI tetap terjaga. Ibu menyusui yang berada dalam kondisi sehat biasanya dapat menurunkan berat badannya sekitar 0,5 kg per minggu dan tetap dapat menjaga kecukupan ASI bagi pertumbuhan anaknya. Kuncinya sering-seringlah menyusui bayi, karena pengosongan payudara saat menyusui merupakan stimulus pembentukan ASI dan energi yang diperlukan dalam memproduksi ASI akan mengambil dari simpanan lemak tubuh ibu sehingga membantu ibu dalam menurunkan berat badan.



Pada semester kedua atau 6 bulan kedua setelah melahirkan, ketika bayi mulai mengonsumsi MPASI dan frekuensi menyusui tidak sebanyak seperti pada saat menyusui eksklusif, maka upaya penurunan berat badan dapat dimulai. Ibu dianjurkan untuk tidak menambah jumlah kalori dari diet sehari-harinya dan tetap pada dietnya seperti sebelum hamil. Dengan tidak menambah kalori makanan diharapkan kebutuhan energi yang diperlukan untuk memproduksi ASI dapat diambil dari simpanan lemak ibu.

Ibu juga dianjurkan untuk kembali berolahraga agar dapat mencapai kebugaran yang optimal dan dengan bonus cepat kembali ke berat badan sebelum melahirkan. Anggapan bahwa olahraga berat dapat menurunkan produksi ASI ternyata salah besar dan ibu dianjurkan untuk melakukan olahraga aerobik hingga mencapai 60 sampai 70% denyut jantung maksimalnya tanpa mempengaruhi produksi ASI. Dengan demikian, pertambahan berat badan anak tetap sesuai dan kebugaran ibu dapat optimal.

Baca Juga
Bebas Kram Perut Saat Pra Menstruasi Dengan Yogurt

(dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK)

Sumber:

  1. Mahan, LK, Escott-Stump S. Krause’s Food and Nutrition Therapy, 12 ed. Misouri, 2008.
  2. US Department of Health and Human Services. Your Guide to Breastfeeding, January 2011.
  3. Jarlenski, P, Benett WL, Bleich SN, et.al. Effects of breastfeeding on postpartum weight loss among US women. Prev Med, 2014.








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah





Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah