Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Fakta Squat Jump Bisa Bikin Kelumpuhan Kaki



Beberapa waktu lalu di sosial media viral tentang seorang siswa yang mengalami kelumpuhan akibat squat jump sebanyak 90 kali. Setelah dilakukan pemeriksaan medis tak ditemukan kelainan pada kaki dan punggungnya. Dokter mensinyalir yang dialami siswa bernama Hanum itu adalah kelelahan otot dan menyebabkan penurunan fungsi motorik.

Squat jump dengan gerakannya yang mengharuskan untuk jongkok sambil melompat-lompat merupakan latihan bagus untuk otot. Namun jika squat jump dilakukan dengan metode sembarangan, yang ada akan memicu cidera. Secara umum gerakan squat jump memberikan beban tinggi terhadap struktur yg menopangnya, baik pergelangan kaki, lutut, panggul, maupun punggung.

Karena itu, squat jump memiliki risiko cidera yang tinggi. Gerakannya yang berlangsung kontinyu, melompat berulang dapat membuat stress sendi Anda. Bagi Anda yang awam dengan latihan squat jump, jangan sekali-kali melakukannya secara berlebihan karena bisa mengalami radang sendi.

Jika tidak terlatih, risiko ketegangan akan meningkat, karena otot-otot di sekitar sendi lebih lemah dan mungkin tidak memberi dukungan yang dibutuhkan saat melakukan gerakan-gerakan tadi. The National Strength and Conditioning Association merekomendasikan agar sebelum memulai latihan, dianjurkan melakukan pemanasan ringan selama 10 menit untuk meningkatkan aliran darah ke otot dan membantu mencegah cidera.

Sebenarnya, gerakan squat jump adalah latihan hebat untuk tubuh yang memanfaatkan kekuatan dan stabilitas seluruh tubuh. Akan tetapi, ketika jongkok gerak tubuh kita terbatas, ketidakseimbangan saat sedang posisi jongkok ini yang menyebabkan cidera.

Baca Juga
4 Cara Mendapatkan Bokong Indah

Yang sering terjadi saat squat jump dan dapat menimbulkan masalah;

1. Lutut ditekuk ke dalam



2. Jari-jari kaki, atau bahkan jempol yang keseleo saat sedang jongkok

3. Mencondongkan tubuh kedepan dengan intens.

Hal-hal tersebut diatas harus diperbaiki melalui pelatihan peregangan dan mobilitas yang tepat. Latihan juga dapat membuat perbedaan besar untuk melihat dan merasakan posisi yang benar. Ketika posisi kita salah saat melompat dan kemudian jongkok, akan menyebabkan sistem pendukung tubuh menjadi stress. Ini akan menjadi tidak efisien (salah) dan berpotensi cidera ringan/berat, seperti yang dialami Hanum. Karena itu disarankan untuk melakukan latihan ini dengan dipantau oleh trainer yang ahli di bidangnya.

Ditinjau oleh: dr. Jezy Reisya








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah