Fakta dan Efek Samping Benzodiazepin



Berita tentang suami yang menembak mati istrinya menjadi viral. Pelaku yang bernama dr. Ryan Helmi (41), menembak istrinya, dr. Letty Sultri (46) di tempat prakteknya. Kabarnya, penembakan itu terjadi lantaran korban menggungat cerai. Dari hasil pemeriksaan urine, didapatkan hasil positif benzodiazepin. Obat jenis apakah benzodiazepin ini?

Benzodiazepin adalah golongan obat psikoaktif yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi, termasuk kecemasan dan insomnia. Obat ini salah satu yang paling banyak diresepkan di Amerika Serikat, terutama di kalangan pasien lanjut usia.

Beberapa hal ini yang perlu Anda ketahui tentang benzodiazepin: 

-Benzodiazepin digunakan untuk berbagai masalah kesehatan, termasuk kecemasan dan gangguan tidur. 
-Obat ini bekerja dengan memicu zat yang menenangkan di otak.
-Efek samping penggunaan obat ini di antaranya pusing, mengantuk, koordinasi yang buruk dan depresi. 
-Mencampurnya dengan alkohol bisa berakibat fatal.
-Laporan dari rumah sakit tentang penyalahgunaan benzodiazepin meningkat tiga kali lipat sejak 1998. 

Penggunaan Medis
Benzodiazepin efektif untuk mengobati berbagai gangguan psikologis dan neurologis, karena pengaruhnya terhadap neuron yang memicu reaksi stres dan kecemasan.
Masalah kesehatan yang menjadi alasan dokter untuk meresepkan benzodiazepin adalah sebagai berikut: 

Insomnia

Benzodiazepin biasanya hanya digunakan sebagai pengobatan jangka pendek untuk insomnia berat, karena dapat menyebabkan ketergantungan.

Gangguan kejiwaan umum (GAD)

Benzodiazepin sering digunakan dalam pengobatan GAD. Institut Kesehatan dan Klinik Inggris (Inggris)  merekomendasikan agar mengambil benzodiazepin untuk pengobatan jangka pendek GAD selama tidak lebih dari 1 bulan.

Baca Juga
5 Alasan Sehat Tidur Tanpa Pakaian

Kejang

Benzodiazepin adalah antikonvulsan yang kuat dan sangat efektif untuk mencegah serangan epilepsi berkepanjangan.

Ketergantungan alkohol

 Obat ini membantu orang dengan ketergantungan alkohol dengan mengeluarkan racun dari sistem mereka dan mengurangi risiko gejala ketergantungan alkohol yang parah.

Serangan panik

Benzodiazepin sangat efektif dalam mengobati kecemasan yang berhubungan dengan gangguan panik. American Psychiatric Association (APA) mengatakan bahwa banyak uji coba studi yang berbeda mendukung penggunaannya untuk perawatan awal. Namun, penggunaan benzodiazepin jangka panjang tidak dianjurkan untuk pengobatan gangguan panik.

Efek Samping dan Risiko

Efek samping penggunaan benzodiazepin meliputi:
-Kantuk 
-Kebingungan
-Pusing
-Gemetar 
– Gangguan koordinasi
– Masalah penglihatan
-Kepala pening
-Depresi
-Sakit kepala 

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di BMJ, mengidentifikasi hubungan antara penggunaan benzodiazepin yang terus berlanjut oleh orang berusia di atas 65 tahun dan peningkatan risiko demensia.

Sebelum memulai pengobatan dengan benzodiazepin, penting untuk memberi tahu dokter tentang setiap obat lain yang saat ini sedang dilakukan.
Beberapa obat, termasuk antidepresan dan kontrasepsi oral, dapat menyebabkan penumpukan obat yang berbahaya. Hal ini dapat memperburuk efek samping benzodiazepin.

Sebaliknya, obat antibiotik,  antikonvulsan karbamazepin dan fenitoin menurunkan dampak benzodiazepin. Terpenting, pasien tidak boleh mencampur benzodiazepin dengan alkohol atau opioid. Interaksi bisa mengancam nyawa.

Penyalahgunaan benzodiazepin menjadi isu kesehatan yang serius. Menurut badan Penyalahgunaan Zat dan Administrasi Pelayanan Kesehatan Mental (SAMHSA), penerimaan rumah sakit terkait dengan penyalahgunaan obat benzodiazepin untuk orang berusia di atas 12 tahun meningkat dari 22.400 pada tahun 1998 menjadi sekitar 60.200 di tahun 2008. 



Baca Juga
Ini Cara Cepat Move On dari Putus Cinta

Karena itu, untuk mencegah penyalahgunaan benzodiazepin, dokter perlu memastikan untuk tidak terlalu sering meresepkan obat tersebut, dan  tidak memberi benzodiazepin sebagai pengobatan lini pertama.

Pasien juga perlu memastikan bahwa benzodiazepin disimpan dengan aman di luar jangkauan anak-anak, ikuti dosis dan jadwal yang benar serta saran dari dokter yang meresepkan. 
Jadi, selama dokter diberitahu tentang obat lain yang Anda minum, tidak mencampurnya dengan alkohol, dan  minum benzodiazepin sesuai dengan saran pada kemasan atau oleh dokter Anda, tidak ada bahaya besar dalam penggunaannya untuk mengobati kondisi yang sesuai. 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

 



TOPIK





Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah