Diabetes Tipe 1 Pada Anak

Diabetes mellitus adalah penyakit yang mempengaruhi penggunaan gula darah (glukosa) dalam tubuh. Glukosa merupakan sumber energi yang sangat penting dalam membentuk otot dan jaringan dan menjadi sumber bahan bakar utama pada otak Anda.

Terlalu banyak glukosa dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, yaitu diabetes yang  ditandai secara tingginya glukosa darah yang dihasilkan dari ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi insulin yang cukup dan/atau secara efektif menggunakan insulin.



Selain itu, diabetes tidak hanya menyerang orang dewasa. Anak-anak pun dapat mengalaminya yang jika tak segera ditangani maka akan memberikan banyak efek negatif bagi kesehatan anak.

Pada anak-anak umumnya mereka menderita diabetes tipe 1 di mana pankreas tidak dapat mencukupi kebutuhan insulin untuk tubuhnya. Sedangkan insulin adalah  hormon yang membantu glukosa yang masuk ke dalam sel-sel untuk memberikan energi. Oleh karena itu, terjadi penumpukan gula berlebih dalam darah yang menyebabkan terjadinya diabetes pada anak.

Anak-anak yang mengalami diabetes tipe 1 biasanya akan mengalami gejala yang berkembang secara cepat selama satu minggu, seperti:

1. Peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil yang berlebihan dari biasanya.
2. Mengalami kelaparan ekstrim. Hal itu disebabkan tidak cukupnya insulin dalam tubuh maka akan membuat organ dan otot si kecil menjadi kehabisan energi.
3. Mengalami penurunan berat badan. Tanpa adanya pasokan gula di dalam tubuh, akan membuat energi, jaringan otot dan cadangan lemak menyusut dan membuat berat badan anak menurun.

Baca Juga
Studi: Anak di Rumah Memengaruhi Kesehatan Wanita

4. Kelelahan. Tidak adanya gula akan membuat si kecil menjadi mudah lelah dan lesu.
5. Cepat marah. Anak-anak yang divonis menderita diabetes tipe 1 memang menjadi cepat marah dan murung.
6. Penglihatan kabur. Jika gula darah anak terlalu tinggi, maka cairan akan ditarik dari lensa mata dan membuat penglihatan anak Anda menjadi tidak jelas atau tidak fokus.

Anak-anak yang mengalami penyakit diabetes bukanlah tanpa sebab. Ada faktor risiko yang mempengaruhinya, seperti berikut:



1. Riwayat keluarga
Anak-anak memiliki risiko menderita diabetes lebih tinggi, jika orangtua atau saudara kandungnya juga menderita diabetes.


2. Genetic susceptibility
Susceptibility adalah nama gen yang jika seseorang memiliki gen tersebut maka ia akan memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita diabetes.

Oleh karena itu, untuk mencegah agar diabetes yang dialami anak tidak semakin parah, maka sebaiknya Anda dapat mulai mengajarkan si kecil untuk menjalani pola makan yang sehat yaitu secara banyak makan buah dan sayuran, rendah lemak, rendah kalori dan periksakan kadar gula darah secara teratur. Selain itu, latih anak Anda secara melakukan olahraga secara teratur, seperti bersepeda atau berenang. (PR)

Ditinjau oleh: dr. Aria Wibowo 

TOPIK





Ikuti DokterNews di


Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah