Deteksi Disleksia Sejak Dini

Disleksia bukan merupakan penyakit mental, namun ada kelemahan pada otaknya hingga memiliki keterbatasan untuk menerjemahkan apa yang dilihat atau didengar. Meski demikian, mereka yang menderita gangguan ini biasanya memiliki tingkat intelegensi di atas rata-rata. Biasanya, penderita disleksia memang tidak hebat dalam kata-kata, namun luar biasa pada suatu bakat yang dimilikinya. Disleksia bisa diketahui sejak  dini yakni pada usia 3-7 tahun. Berikut adalah gejala seseorang menderita disleksia:

  • Sulit berkonsentrasi
  • Berulang kali terbalik menuliskan angka atau huruf
  • Memiliki ingatan/memori yang pendek terhadap suatu hal yang pernah dialami
  • Mudah menghapal wajah orang dan lokasi
  • Sangat sulit untuk mengikuti/mengingat pola atau urutan
  • Lambat untuk mengeja dan menulis
  • Tertarik pada gambar, namun tidak pada kata
  • Kecil hati/malu

Peluang disleksia sama besarnya antara perempuan dengan laki-laki. Namun, bila orangtua mengidap disleksia, sebesar 50% kemungkinan keturunannya juga akan terkena gangguan disleksia pula. Disleksia memang tidak dapat disembuhkan, tapi bisa membaik seiring anak tumbuh dewasa dan sebagai orangtua Anda bisa mengakalinya dengan cara sebagai berikut:



  • Ubah strategi pengajaran

Karena anak lambat untuk mencerna kata atau bahasa, gunakan alat bantu agar anak Anda lebih mudah untuk memahami sesuatu. Penting pula untuk menemaninya belajar, jangan dibiarkan belajar sendiri dalam waktu yang panjang. Selain itu, Anda juga dapat mengajarkan sesuatu secara lebih menarik dengan cara mengajaknya bermain drama dan berbagi peran. Melalui drama, anak akan terpacu untuk lebih kreatif dan kinerja otaknya akan berkembang lebih cepat.

  • Perlahan dan bertahap
Baca Juga
6 Cara Alami dan Mudah untuk Detoksifikasi Tubuh

Ajarkan sesuatu secara lebih pelan dan bertahap, jangan samakan dan bandingkan kondisinya dengan anak-anak lain. Minta anak untuk mengulang atau menuliskan cerita singkat tentag apa yang telah ia pelajari agar Anda tahu bagian mana yang kurang/tidak ia pahami.

  • Selalu dampingi dan motivasi anak

Kehadiran Anda sangat penting untuk memastikan sekaligus memantau perkembangannya dari hari ke hari sambil mencari dan mendorong kemampuan dan bakatnya. Jadilah motivator setianya agar ia percaya diri dan tidak malu akan keterbatasannya.



  • Terapkan gaya belajar yang konsisten dan rutin

Orang yang menderita disleksia cenderung memiliki manajemen waktu yang buruk dan memori yang pendek. Untuk itu, Anda perlu mulai mengajarkan membagi waktu dari hal yang sederhana. Ajarkan untuk menyiapkan bahan-bahan pelajaran sebelum waktu yang ditentukan agar kelak ia tidak terlambat. Terus latih dan terapkan hal-hal yang ingin Anda ajarkan padanya berulangkali, rutin, dan konsisten agar ia ingat akan kebiasaannya.

 

 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

TOPIK





Ikuti DokterNews di


Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah