Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cinta atau Ketergantungan Emosi? Cek Bedanya



Kata orang cinta itu buta. Begitu banyak orang yang bertahan dengan orang yang salah dengan dalih cinta. Hal ini terutama terjadi pada wanita. Apa pun perlakuan pasangan bisa Anda terima, karena menganggap itu adalah bentuk rasa cinta pasangan pada Anda. 

Menurut terapis hubungan, Margaret Paul, Ph.D, banyak perempuan yang sulit membedakan cinta dan ketergantungan emosi. “Untuk melihat bedanya, Anda harus belajar untuk sangat menghargai dan mencintai diri sendiri, bila tidak, Anda tidak akan melihat bendera merah pada perilaku negatif  pasangan,” jelasnya. 

Berikut ini adalah tanda peringatan yang sebaiknya Anda perhatikan:  

-Di awal hubungan sangat menggebu pada Anda, ingin menghabiskan banyak waktunya dengan Anda. 
-Tidak menghargai batasan Anda, seperti batasan seberapa sering Anda ingin bertemu dengannya, berbicara di telepon dan mengirim pesan. Meski Anda menolak, dia akan tetap memaksa dan memonopoli waktu Anda. 
-Bisa jadi dia sangat menawan, tapi dia tidak bisa mendengarkan Anda dengan baik dan tidak peduli pada perasaan Anda. Sering mencoba membuat Anda merasa bersalah atau posisi Anda yang salah. 
-Banyak tuntutan dalam soal seks.
-Kerap marah, menarik diri atau cemberut saat Anda tidak melakukan apa yang dia inginkan. Tidak terbuka untuk belajar dari konflik hubungan. 
-Anda merasa lelah, energi Anda terkuras karena Anda harus bertanggungjawab atas perasaannya. Anda merasakan kekosongan dalam jiwa Anda. 
-Memiliki latar belakang atau pengalaman perilaku kasar dan belum sembuh dari masa lalu. 
-Jika pernah menikah, ia meninggalkan anak-anaknya.
-Memiliki kecanduan yang tidak bisa Anda terima, seperti merokok, peminum alkohol, judi, dan sebagainya. 
-Tidak jujur. Anda pernah punya pengalaman atas ketidakjujurannya. 
-Memiliki beberapa teman. 
-Gemar menghakimi dirinya dan orang lain. 
-Posesif dan pecemburu. 
-Memiliki sedikit minat dan hobi. 

Baca Juga
Psikosomatik, Kecemasan Berlebihan yang Bikin Sakit Fisik

Percaya Hati Anda 
Setiap orang dibekali perasaan yang tajam. Perasaaan kita adalah bimbingan batin yang andal, dia bisa tahu mana yang baik dan buruk, benar atau salah buat Anda. Jika hati Anda merasa ada yang tidak beres, maka itu berarti benar. Tidak peduli seberapa menarik penampilan luarnya. Atau seberapa besar orang ini mengaku cinta pada Anda. Jika Anda tidak dapat merasakan cinta itu,  Anda sebaiknya memercayai hati Anda untuk menghindari kemungkinan buruk yang terjadi di masa depan.



Jika Anda merasakan kedamaian dan suka cinta dalam sebuah hubungan, itu pertanda bahwa cinta itu ada. Namun, bila hanya perasaan cemas, depresi, rasa bersalah, malu, marah, kekosongan, kesepian, kecemburuan, yang Anda rasakan, itu pertanda bahwa tidak ada cinta dalam hubungan Anda, tapi ketergantungan emosi. 

 

Ditinjau oleh: dr. Jezy Reisya 

 








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah