Cegah Hepatitis B dengan Imunisasi

Hepatitis B merupakan penyakit yang disebabkan oleh Virus  Hepatitis B (VHB), dan ditandai dengan peradangan yang terjadi pada organ tubuh seperti hati (Liver). Pada masyarakat umum, Hepatitis B juga dikenal sebagai penyakit kuning.

Penderita hepatitis cukup banyak. Diperkirakan sekitar 2 miliar penduduk dunia telah terinfeksi virus Hepatitis B, dan sekitar 500.000 hingga 700.000 orang meninggal setiap tahun akibat hepatitis B.  Bagaimana dengan di Indonesia? Diperkirakan 4 – 40 juta penduduk Indonesia mempunyai kemungkinan mengidap hepatitis (pada semua tipe), dan hepatitis B menduduki urutan pertama dalam hal jumlah penderita dan penyebarannya. Dengan kondisi ini, Indonesia masuk ke dalam kelompok endemis sedang dan tinggi hepatitis B. Saat ini diperkirakan terdapat lebih dari 11 juta pengidap penyakit Hepatitis-B di Indonesia.

VHB menular melalui kontak dengan cairan tubuh. Manusia merupakan satu – satunya host (pejamu) dari virus ini. Darah dan cairan tubuh yang lain merupakan faktor penting untuk media penularan.

Berita baiknya, hepatitis B bisa dicegah melalui imunisasi . Pemberian imunisasi ini akan menumbuhkan kekebalan tubuh secara terus menerus, menyeluruh, sehingga mampu memberikan perlindungan kesehatan serta memutus mata rantai penularan penyakit hepatitis B.

Terdapat dua pilihan vaksin, yaitu vaksin Hepatitis B dan DPT/HB Kombo. Vaksin VHB merupakan vaksin virus recombinan yang telah diinaktivasikan dan bersifat non-infectious, yang berasal dari HbsAg yang dihasilkan dalam sel ragi (Hansanule polymorpha) menggunakan teknologi DNA rekombinan. Vaksin ini berindikasi untuk pemberian kekebalan aktif terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus Hepatitis B (Depkes, 2005).

Baca Juga
Vaksin Demam Berdarah Dengue Pertama di Dunia

Vaksin DPT/HB Kombo merupakan vaksin DPT dan Hepatitis B yang dikombinasikan dalam suatu preparat tunggal dan merupakan sub unit virus yang mengandung HbsAg murni dan bersifat non infectious. Sehingga dengan adanya vaksin ini pemberian imunisasi menjadi lebih sederhana, dan menghasilkan tingkat cakupan yang setara antara HB dan DPT (Depkes, 2004).

Jadwal pemberian imunisasi Hepatitis B pada dasarnya sangat fleksibel sehingga tersedia beberapa pilihan. Imunisasi Hepatitis B diberikan minimal 3 kali, dan pertama kali diberikan segera setelah anak . Jadwal yang dianjurkan adalah usia 0, 1, dan 6 bulan karena respons antibodi pada usia itu sangat optimal.

 

Ditulis oleh: dr. Adnan Yusuf




Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah