Cegah Diabetes dengan Diet Karbohidrat

Diabetes atau dikenal sebagai silent killer memang jadi penyakit yang menakutkan. Penyakit ini sering kali baru terdeteksi ketika sudah berkembang menjadi komplikasi, sehingga penangannya lebih sulit. Berita buruknya, di Indonesia jumlah pengidap diabetes meningkat bahkan di kalangan usia muda. Terhitung di tahun 2013, tercatat sekitar 26% penduduk usia 25-34 tahun memiliki gangguan glukosa pada tubuh. Apa penyebabnya? Tentunya pola makan yang tidak sehat. Menurut dr. Seala Septiani, M.Gizi, SOYJOY Nutrisionis, salah satu cikal bakal dari timbulnya penyakit diabetes adalah konsumsi karbohidrat yang berlebih.

“Menjaga asupan karbohidrat dapat mengurangi risiko obesitas, sehingga secara langsung dapat mengurangi risiko diabetes,” katanya. Ia juga mengatakan bahwa diet karbohidrat bisa dilakukan secara cara mengurangi porsi karbohidrat yang biasa dikonsumsi, misal mengurangi porsi nasi dari 1 porsi menjadi setengahnya saja.

Persoalannya, mengurangi konsumsi karbohidrat sehari-hari tentunya bukan hal mudah. Dafina Amalina, Product Manager SOYJOY dalam temu media di Jakarta pada Senin (29/8), mengungkapkan survei yang dilakukan SOYJOY melalui digital mobile survey jajak pendapat terhadap 200 orang Indonesia, menemukan bahwa 61% responden mengaku sulit mengurangi karbohidrat karena takut merasa kelaparan.

Menuru Dafina,  SOYJOY bisa menjadi solusi untuk mereka yang ingin hidup lebih sehat dan mengurangi risiko diabetes secara mengurangi asupan karbohidrat. Anda tidak perlu takut secara anggapan bahwa ngemil tidak sehat dan bikin gemuk.  “Itu tergantung dari jenis camilannya, konsumsi snack LOW GI dan kaya serat seperti SOYJOY di antara makan justru baik karena snack LOW GI mampu memberikan rasa kenyang lebih lama dan membuat nafsu makan terkendali,” tambah Seala.

Saat mengonsumsi makanan, ahli gizi ini menyarankan agar kita peduli secara nilai Indeks Glikemik (GI) yang dikandung makanan tersebut, apakah masuk kategori low GI, medium Gi atau high GI. Makanan yang masuk kategori low GI antara lain kedelai, buah, sayur, dan susu. Sedangkan kategori GI sedang misalnya roti, mie, juga nasi merah. Makanan yang masuk golongan high GI antara lain minuman bubble, gula, madu, es teh, nasi putih. Dafina menambahkan, SOYJOY yang terbuat dari kedelai ini merupakan salah satu makanan yang kaya secara serat dan memiliki kadar GI rendah. Terlebih lagi, kedelai yang sudah terbukti low GI ini dapat menjaga gula darah dan nafsu makan yang akan membantu mengontrol porsi karbohidrat harian. Dalam kampanye ‘Cut The Carb’ dianjurkan makan satu bar SOYJOY dua jam sebelum makan. Penelitian menunjukkan konsumsi SOYJOY 2 jam sebelum makan terbukti mengontrol nafsu makan dan mencegahnya mengonsumsi makanan berlebih.








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah





Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah