Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Berbahayakah Mengonsumsi Makanan Kedaluwarsa?



Makanan adalah sumber sampah terbesar dan merupakan kontributor produksi gas metana dan menjadi penyebab pemanasan global. Ini belum terhitung kebutuhan air, listrik, bahan bakar, dan sumber daya lainnya yang sia-sia demi memproduksi makanan yang tidak pernah Anda makan.

Anak-anak yang terlalu memilih makanan, gaya hidup yang sibuk, dan perencanaan yang buruk adalah beberapa alasan yang menyebabkan makanan yang sudah dibeli akhirnya masuk ke tempat sampah. Alasan lainnya adalah  kesalahpahaman tentang peringatan di label makanan, misalnya peringatan Sell By (Dijual Oleh), Use By (Digunakan oleh), Best Before (Baik Digunakan sebelum) dan Expiration Date (Tanggal Kedaluwarsa).

“Sebagian besar konsumen tidak menyadari bahwa seringkali  kualitas makanan berbeda secara keamanan pangan,” kata Robert Gravani, Ph.D., seorang profesor ilmu makanan di Cornell University. Makanan mungkin tidak lagi berada pada puncak kualitas terbaiknya setelah tanggal yang tertera pada kemasan (Best Before) tetapi bukan berarti bahaya jika dikonsumsi. Perubahan warna adalah masalah kualitas, bukan masalah keamanan. Dalam banyak kasus, makanan di rak atau bahkan di lemari es,  sudah melewati tanggal kualitas terbaiknya tapi belum kedaluwarsa.

“Penyakit karena makanan kebanyakan berasal dari kontaminasi, bukan dari proses alami pembusukan,” kata Dana Gunders, ilmuwan di Natural Resources Defense Council and penulis buku “Waste-Free Kitchen Handbook. “Panca indera kita bisa mengenali pembusukan makanan.” Makananan yang telah kedaluwarsa adalah makanan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa atau expired date yang tercantum di kemasan. Makanan kedaluwarsa dapat menjadi sarana jamur tumbuh, berbau tidak sedap, dan rasanya menjadi busuk, asam, atau rasa aneh lainnya. Makanan yang sudah berubah menjadi seperti itu, sama sekali tidak aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga
Kayu Manis, Rempah Ajaib untuk Membantu Mengobati Banyak Penyakit

Memahami apa yang tertulis pada kemasan, selain Expired date (Tanggal keduwarsa) dan Best before (Baik digunakan sebelum), adalah juga hal yang sangat penting. Sell by (Dijual oleh) adalah tanggal dimana produsen menyarankan kapan pengecer sebaiknya menurunkan produk dari rak penjualan. Tujuannya adalah untuk memastikan pembeli mendapat kualitas yang terbaik.

Best by (Terbaik oleh) dan Use by (Digunakan oleh) adalah pemberitahuan kapan Anda harus makan atau membekukan produk untuk menjaga kualitas terbaiknya.

Dalam kebanyakan kasus, produsen memutuskan tanggal dan syarat yang mereka terakan pada kemasan, berdasarkan pengujian produk mereka sendiri. Menurut laporan dari NRDC dan Harvard University, mereka menggunakan sejumlah metode, seperti tes laboratorium dan pengujian rasa. Seringkali, Anda tidak melihat adanya perbedaan kualitas pada makanan yang masa kedaluwarsanya telah berlalu, terutama jika tanggal kedaluwarsa itu belum lama lewat.

Terkadang, beberapa makanan kedaluwarsa juga masih bisa  digunakan. “Gunakan susu asam seperti buttermilk untuk membuat pancake atau adonan biskuit,” kata Gunders. “Anda dapat menghidupkan kembali sayuran layu seperti wortel dan seledri secara merendamnya dalam air es, dan salad hijau yang sudah agak lemas tapi tidak busuk untuk  tumisan.”



Tapi, makanan yang masa kedaluwarsanya telah lama berlalu, apalagi jika sudah berbau tidak sedap dan busuk, harus segera Anda buang. Pasalnya, makanan ini bisa menyebabkan sakit perut dan mungkin keracunan makanan.

Baca Juga
Demam Tifoid, Apakah Itu?

Gejala dan efek keracunan bervariasi tergantung pada jenis seberapa parah tingkat keracunannya. Namun, tanda-tanda umumnya adalah  kram di daerah perut, muntah, demam, pusing, dehidrasi dan diare persisten. Gejala-gejala dapat berlangsung beberapa jam, hari atau minggu, tergantung tingkat keparahan dan kondisi korban. Beberapa makanan yang disimpan dalam kondisi yang buruk dan melewati tanggal kedaluwarsa, juga bisa terkontaminasi oleh bakteri salmonella atau listeria. Pada beberapa kasus keracunan makanan yang parah dan tidak segera mendapatkan pertolongan medis, korban bisa saja kehilangan nyawanya.

 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah