Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Benarkah Minuman Bersoda Bikin Gemuk?



Selain makanan, minuman juga perlu mendapatkan perhatian dalam usaha penurunan berat badan, salah satunya minuman bersoda. Bagi Anda yang ingin memiliki tubuh lebih ramping, cobalah untuk mengurangi minum minuman bersoda  karena dapat memicu Anda untuk makan lebih banyak dan mengakibatkan obesitas. Demikian hasil penelitian yang dilakukan para peneliti dari Universitas Birzeit di Palestina dan didanai oleh hibah dari institusi yang sama dan dipublikasikan di jurnal Obesity Research and Clinical Practice.

Menurut penelitian ini, bukan hanya kandungan gula yang terdapat pada minuman bersoda, yang membuat Anda gemuk dan memicu Anda untuk makan lebih banyak, tapi juga karbonisasinya. 

Pada penelitian ini ditemukan bahwa tikus yang meminum makanan atau minuman bersoda secara reguler, makan lebih banyak dan lebih gemuk dibandingkan dengan tikus yang minum minuman bersoda tidak reguler dan  air biasa.

Penambahan berat badan dikaitkan dengan peningkatan produksi hormon ghrelin nafsu makan, yang diproduksi oleh hewan pengerat dan manusia.

Para periset kemudian melihat efek minuman berkarbonasi pada 20 pria muda, dan mendapati mereka juga memiliki kadar ghrelin darah yang lebih tinggi setelah minum minuman bersoda daripada air biasa. 

Tapi kita tidak bisa mengatakan dari hasil penelitian ini saja bahwa produksi karbonasi atau ghrelin adalah jawaban penuh untuk kaitan antara konsumsi minuman ringan dan obesitas. 



Baca Juga
Ini Cara Diet yang (Bisa) Membahayakan Kesehatan

Pasalnya, kemungkinan obesitas disebabkan oleh beberapa faktor lingkungan, sosial dan gaya hidup, bukan hanya minuman berkarbonasi. 
 
Orang yang mengonsumsi banyak minuman bersoda mungkin juga lebih cenderung memiliki pola makan kurang sehat dan kurang berolahraga.  

Para peneliti menyimpulkan bahwa, adanya efek yang nyata dari gas karbon dioksida dalam minuman bersoda pada peningkatan konsumsi makanan dan meningkatnya risiko penambahan berat badan, obesitas dan penyakit hati berlemak dengan mendorong pelepasan ghrelin.

Mengurangi minuman bersoda juga perlu dilakukan untuk menghindari serangan jantung dan stroke. 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah