Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Bakteri Vaginosis, Infeksi Seksual yang Umum Terjadi Pada Wanita Usia Subur



Vagina biasanya memiliki keseimbangan terdiri dari sejumlah besar bakteri baik dan sejumlah kecil bakteri berbahaya. Bakteri vaginosis atau BV, terjadi ketika keseimbangan ini berubah. Dalam kondisi BV, ada peningkatan jumlah bakteri yang berbahaya dan penurunan bakteri baik. BV adalah jenis infeksi vagina yang paling umum terjadi pada wanita usia subur.

Tidak banyak yang diketahui tentang bagaimana wanita mendapatkan BV. Tapi ada hal-hal tertentu yang dapat mengganggu keseimbangan normal bakteri di vagina, yang dapat meningkatkan risiko BV:

-Memiliki pasangan seks baru yang tidak atau diragukan riwayat kesehatannya atau berganti-ganti pasangan seks
-Douching
-Menggunakan alat kontrasepsi (IUD) 
-Tidak menggunakan kondom terutama saat melakukan hubungan seks berisiko.

Dilihat dari faktor-faktor di atas, BV lebih umum terjadi di kalangan wanita yang aktif secara seksual.

Anda tidak bisa mendapatkan BV dari:
-Dudukan toilet
-Kolam renang
-Menyentuh benda-benda di sekitar Anda.

Apa tanda-tanda atau gejala BV?
Umumnya, wanita dengan BV memiliki debit cairan vagina yang abnormal dengan bau yang tidak menyenangkan. Beberapa wanita melaporkan bau seperti ikan yang kuat,
terutama setelah berhubungan seks. Debit cairan dapat berwarna putih (susu) atau abu-abu dan mungkin juga seperti berbusa atau lebih cair dari cairan vagina yang normal. Gejala lain mungkin termasuk rasa terbakar saat buang air kecil, gatal di bagian luar  vagina dan iritasi. 

Baca Juga
12 Tanda Depresi pada Pria

Gejala-gejala ini juga dapat disebabkan oleh infeksi jenis lain sehingga sangat penting untuk memeriksakan diri ke dokter untuk memastikannya. Beberapa wanita dengan BV tidak memiliki gejala sama sekali.

Bagaimana menurunkan risiko BV?
Sampi saat ini, para ahli masih mencari tahu cara terbaik untuk mencegah BV. Tetapi, tetap ada langkah yang dapat diambil untuk menurunkan risiko Anda.

– Membantu menjaga keseimbangan bakteri vagina Anda.
Cuci vagina dan anus setiap hari dengan sabun lembut. Ketika Anda pergi ke toilet, bersihkan area pribadi dari arah vagina ke anus. Jaga area intim tetap kering dengan memakai celana dalam katun dan hindari celana ketat, terutama saat udara lembap dan panas.

-Hindari douche. Douching dapat menghilangkan beberapa bakteri normal dalam vagina yang berfungsi melindungi Anda dari infeksi. Hal ini dapat meningkatkan risiko BV dan memermudah BV kambuh lagi setelah pengobatan.

– Lakukan pemeriksaan panggul rutin. Berbicara dengan dokter tentang seberapa sering Anda perlu melakukan pemeriksaan dan apakah perlu Anda melakukan tes infeksi menular seksual (IMS).



-Selesaikan pengobatan Anda. Jika Anda menderit BV, selesaikan penggunaan obat yang diberikan oleh dokter. Bahkan meski gejala sudajh hilang saaat obat belum habis, teruskan sampai habis sesuai petunjuk dokter. 

-Praktikkan seks yang aman juga sangat penting. Saling setia kepada pasangan, gunakan kondom jika Anda tidak sedang merencanakan kehamilan, terutam jika Anda meragukan kesehatan pasangan seks Anda. Paling baik adalah jangan melakukan hubungan seks dengan orang yang Anda ragukan riwayat kesehatannya.

Baca Juga
4 Vaksin Pencegahan yang Dibutuhkan Wanita

 

Ditinjau oleh: dr. Jezy Reisya








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah