Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Bahayanya Obat PCC Bila Dikonsumsi Sembarangan



Penyalahgunaan obat, apalagi tanpa resep dokter mempunyai efek yang berbahaya bagi tubuh, seperti yang terjadi pada kasus penyalahgunaan obat PCC di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kabarnya puluhan pelajar mengalami kejang-kejang dan berhalusinasi karena mengonsumsi obat PCC.  Saat ini sudah terdapat 60 korban penyalahgunaan obat PCC yang dirawat di tiga RS. 

PCC  merupakan obat antidepresan dan merupakan gabungan dari tiga macam obat, yaitu paracetamol, caffein dan carisoprodol. Obat PCC berbentuk pil berwarna putih dengan merek dagang bernama Somadril Compound. Pil ini  bukan termasuk narkoba, tapi digolongkan sebagai obat yang penggunaannya terbatas, tidak boleh dijual sembarangan atau harus seizin dokter. 

Salah satu kandungan PCC yakni carisoprodol, tergolong dalam obat keras berdasarkan surat keputusan Menteri Kesehatan No. 6171/A/SK/73 tanggal 27 Juni 1973, tentang Tambahan Obat Keras Nomor Satu dan Nomor Dua. Sebenarnya Somadril ini sudah lama ditarik peredarannya oleh BPOM karena efek sampingnya yang berbahaya. Beberapa negara lainnya, seperti Norwegia, Swedia, Uni Eropa, Amerika Serikat dan Kanada, juga telah melakukan hal yang sama. 

Somadril digunakan untuk  mengatasi nyeri pinggang, menghilangkan kekakuan, ketidaknyamanan dan rasa sakit serta untuk mengatasi kejang-kejang. Obat ini bekerja pada sistem saraf pusat, yang pada gilirannya memberi sinyal pada otot, efek yang diinginkan. 



Penggunaan Somadril secara berlebihan dapat menyebabkan beberapa efek samping, termasauk kegelisahan, halusinasi, kebingungan, gemetar, kegembiraan atau kegugupan, kejang, susah tidur, mual atau muntah dan kelemahan otot. Potensi efek samping ini akan meningkat ketika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol. Karena Somadril dan alkohol sama-sama menekan saraf otak. 

Baca Juga
Khasiat Bawang yang Mengesankan

Efek halusinasi juga ditemukan pada penggunaan obat Tramadol secara berlebihan. Karena itu, penggunaan obat-obat ini sangat ketat.  Anda tidak boleh memulai pengobatan baru atau membelinya tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda. 

Pemakaian obat harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, deman, arthalgia, pucat atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal. 

Ditinjau oleh: dr. Jezy Reisya








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah