Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Aturan Konsumsi Gula Saat Hamil



Ibu hamil membutuhkan  zat gizi yang besar jumlahnya. Selain untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, asupan gizi Ibu hamil juga diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ibu hamil perlu menambah asupan  gizi sesuai dengan jumlah yang dianjurkan. Sebab, manakala kekurangan asupan yang bergizi, janin akan memanfaatkan simpanan zat gizi yang ada di dalam tubuh ibu. Salah satu asupan zat gizi yang diperlukan ibu hamil adalah karbohidrat. Para ahli mengenali karbohidrat dalam dua kelompok,  yakni karbohidrat kompleks dan simplek.  Dalam hal ibu hamil, para ahli menyarankan untuk mengkonsumsi karbohidrat komplek. Karbohidrat kompleks apabila dikonsumsi, tidak langsung diserap, namun harus dicerna terlebih dahulu menjadi komponen yang lebih kecil, baru kemudian diserap oleh tubuh. Bahan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks juga  mengandung banyak vitamin dan mineral.

Mengonsumsi karbohidrat kompleks akan meningkatkan asupan serat, yang berguna untuk mencegah konstipasi atau sulit buang air besar selama masa kehamilan. Jenis makanan yang termasuk karbohidrat kompleks adalah nasi, kentang, mei, roti, jagung, tepung gandum utuh (whole wheat).

Sebaliknya, karbohidrat sederhana sangat mudah dicerna tubuh  dan cepat meningkatkan kadar gula dalam darah. Contoh jenis makanan yang masuk kategori ini adalah gula.

Gula adalah zat pemanis  yang disukai banyak orang. Banyak sekali kita jumpai makanan yang mengandung gula disekitar kita, karena gula sering ditambahkan ke banyak jenis makanan.

Baca Juga
Mengontrol Berat Badan saat Hamil

Bagaimana bila ibu hamil  mengkonsumsi gula? Konsumsi gula yang berlebihan sangat tidak dianjurkan bagi ibu hamil. Gula akan diserap dan menuju ke sirkulasi darah dengan cepat. Bila kadar gula darah terlalu tinggi, maka tubuh akan mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan kadar gula darah. Jika keadaan ini terus berlanjut, dapat berujung menjadi penyakit diabetes gestasional atau diabetes dalam kehamilan.

Selain itu konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan bayi berukuran besar/makrosomia. Bayi besar nantinya dapat menyebabkan komplikasi dalam persalinan dan meningkatkan resiko penyakit metabolik di masa kanak-kanak.



Pemerintah sendiri melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 30 tahun 2013 tentang pencantuman informasi kandungan gula  pada pangan olahan dan pangan siap saji. Pemerintah menghimbau konsumsi gula per orang tidak lebih dari 4 sendok makan (50 g) per hari.

(Reviewed and Written by dr. Mimi)

–000–

Daftar Pustaka

  1. Permenkes RI no  41 tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang
  2. Permenkes RI no 30 tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi  Kandungan Gula, Garam, dan Lemak Serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah