Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Antibiotik pada Kehamilan



Kehamilan sudah pasti merupakan momen yang sangat dinanti dan lahirnya sang buah hati adalah saat-saat yang ditunggu. Banyak hal yang perlu diperhatikan selama masa kehamilan agar sang bayi lahir sempurna dan ibu pascamelahirkan sehat.
 
Di lain pihak, kehamilan merupakan momen yang sangat rentan bagi wanita. Untuk itu ibu hamil harus memperhatikan banyak hal agar janin dalam kandungan dan diri ibu sendiri bisa tetap sehat dan selamat hingga proses melahirkan. Di sepanjang kehamilan terdapat berbagai tantangan bagi ibu hamil, salah satunya adalah adanya infeksi pada masa kehamilan.
 
Infeksi selama masa kehamilan dapat disebabkan oleh virus atau bakteri. Dampak yang timbul akibat infeksi, khususnya bagi ibu hamil tidak dapat diabaikan begitu saja. Infeksi pada kehamilan dapat membahayakan baik bagi ibu, maupun janinnya..  Infeksi di saat hamil dapat mengganggu kesehatan organ reproduksi ibu.Infeksi pada kehamilan ini juga dapat mengganggu perkembangan janin, hingga dapat menyebabkan kematian pada janin yang dikandung dan ibu hamilnya sendiri
 
Prinsip mengobati penyakit akibat infeksi pada wanita hamil adalah pertama-tama dengan memikirkan pengobatan apakah yang tepatuntuk penyakit tersebut. Biasanya terdapat berbagai macam pilihan, dan untuk alas an inilah prinsip yang kedua dilakukanya itu mengevaluasi keamanan  pilihan terapi/obat bagi ibu dan janinnya. Antibiotik merupakan pilihan utama untuk penyakit infeksi, akan tetapi pemberian antibiotik pada kehamilan dapat berisiko bagi janin dalam kandungan. Hal ini terutama dari antibiotik yang dapat membahayakan tumbuh kembang janin. Masa paling krusial yang perlu diwaspadai adalah pada trisemester pertama kehamilan.
 
Antibiotik adalah jenis obat-obatan yang khusus digunakan untuk mengobati infeksi penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Namun karena adanya efek samping yang potensial bagi ibu maupun janinnya, penggunaan antibiotic seharusnya digunakan jika terdapat indikasi yang jelas. Seorang wanita hamil harus berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum memutuskan meminum antibiotic dan hanya mengonsumsi antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Antibiotik dapat menyebabkan risiko bayi cacat lahir, atau yang disebut sebagai teratogenik. Teratogenik adalah suatu obat atau zat yang menyebabkan pertumbuhan janin yang tidak normal (cacat). Keamanan antibiotik yang dikonsumsi ketika hamil ditentukan oleh banyak faktor, termasuk jenis antibiotik, pada trimester ke berapa dikonsumsi, jumlah antibiotik dan lama konsumsi. Untuk itu, dokter kandungan adalah pihak yang terbaik untuk memutuskan status keamanan antibiotik yang dikonsumsi ibu hamil.
 
Antibiotik memang bermanfaat karena akan membantu proses penyembuhan dari infeksi, termasuk pada ibu hamil, akan tetapi harus dikonsumsi hanya bila memang sangat diperlukan.  Meskipun obat ini memang bermanfaat, akan tetapi harus dikonsumsi hanya bila memang sangat diperlukan, karena bisa menghadirkan efek samping yang berbahaya.
 
Prinsipnya wanita hamil yang mengalami infeksi perlu mendapatkan terapi yang tepat. Berkonsultasilah dengan dokter kandungan, terutama sebelum memutuskan minum antibiotic selama kehamilan.
 
Referensi :
1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Hauth JC, Gilstrap III LC, Wenstrom KD dkk, Teratology, Drugs, and Others Medication dalam : Williams Obstetrics. McGraw-Hills 2007
2. Briggs GG, Freeman RK, Yaffe A. Drugs in Pregnancy and Lactation: 7th Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2005
3. Knothe H, Dette GA, Antibiotics in Pregnancy: Toxicity and Teratogenicity, Infection 13 (1985) Nr. 2 hal 3–5 

Baca Juga
Pola Asuh Orang Tua dalam Mengembangkan Pola Makan Sehat Anak







Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah