Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Alasan Orang Takut Pada Badut



Sudah menonton film It? Film ini sukses bikin penonton merinding. Film yang merupakan adaptasi dari novel Stephen King yang berjudul sama ini berkisah tentang badut yang mengerikan, Pennywise. Novel tersebut sebelumnya pernah diangkat dalam bentuk serial televisi di tahun 1990. 

Di dunia nyata, kadang kita bertemu badut di taman hiburan atau pesta ulang tahun anak-anak. Bagi sebagian orang, badut adalah sosok yang lucu dan menyenangkan. Tapi sebagian orang lainnya menganggap badut adalah sosok yang menakutkan. 

Apa sih yang menakutkan dari badut? Dua psikolog yang mempelajari secara khusus ketakutan pada badut mengungkapkan fakta menarik. 

“Alasan utama orang takut pada badut adalah kareka kita tidak dapat mempercayai mereka,” kata Rami Nader, PhD, seorang psikolog dan direktur North Shore Stress and Anxiety Clinic di Vancouver. 

Menurut Nader, yang menakutkan dari badut adalah mereka memiliki ekspresi besar, buatan, dicat, yang Anda tahu itu bukan ekspresi wajar dan tidak benar-benar mewakili perasaan si badut. “Karena tidak ada yang bisa bahagia sepanjang waktu, namun badut itu selalu tersenyum bahagia sepanjang waktu,” kata Nader. “Intinya, Anda tahu bahwa badut berbohong kepada Anda dalam hal presentasi,” tambahnya. 
 
Selain takut karena tampilan luarnya, banyak orang yang juga takut dengan perilaku badut. Begitu kata Frank McAndrew, PhD, seorang profesor psikologi di Knox College yang secara khusus mempelajari ketakutan. 

Baca Juga
Cegah Hepatitis B dengan Imunisasi

“Orang-orang takut pada badut karena mereka begitu nakal dan tidak dapat diprediksi, dan tidak seperti vampir dan hantu, mereka benar-benar ada dan mungkin bisa menimbulkan masalah bagi Anda,” ungkapnya. Perilaku badut yang sering melempar kue, menakut-nakuti, menyemprotkan orang dengan air, membuat lelucon kasar, membuat kita tidak nyaman dan tidak percaya, dua perasaan yang dapat menyebabkan rasa takut dan cemas. 



Penggambaran badut dalam budaya pop juga memicu kegelisahan kita. Saat anak kecil melihat badut dalam It, maka ia akan menganggap bahwa badut sebagai sosok setan. “Anda melihat sebuah film dengan badut yang menyeramkan dan jahat, dan itu mengubah cara Anda melihat badut di masa depan, atau berpotensi melakukan itu,” kata Nader. 

Untungnya, ketakutan pada badut tidak terlalu mengganggu, kecuali bila Anda bekerja di tempat sirkus yang bertemu badut setiap saat. “Karena umumnya kita jarang berinteraksi dengan badut, dan hal itu tidak mengganggu hidup Anda,” katanya. Jadi, meski takut pada badut, Anda tetap bisa hidup normal.  

 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah