Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

4 Hal yang Wajib Wanita Tanyakan pada Dokter Setelah Serangan Jantung



Serangan jantung tidak hanya menakutkan bagi pria, tapi juga wanita. Pasalnya, setelah serangan jantung, wanita lebih mungkin meninggal daripada pria dan alasan utamanya mungkin karena perempuan tidak mendapakan perawatan yang sama seperti pria. 

Dikutip dari Today, berdasarkan statistik, setelah serangan jantung pertama, dalam setahun, 47 persen wanita telah meninggal, lebih banyak dari pria yang 36 persen. Perbedaan itu cukup besar. 

Tidak jelas mengapa pria melewati serangan jantung pertama mereka dengan lebih baik. Tetapi sebuah penelitian baru-baru ini mungkin menemukan fakta menarik. Periset menemukan bahwa ketika wanita menerima terapi yang sama seperti pria, termasuk rehab jantung, kemungkinan bertahan hidup mereka sama. 

Alih-alih mendapatkan terapi yang sama dengan pria, wanita cenderung menghadapi dan mengatasi sendiri masalah kesehatannya, begitu kata Dr. Jennifer Haythe, asisten profesor kedokteran dan co-director Women’s Center for Cardiovascular Health di Universitas Columbia Pusat layanan kesehatan.

Menurut Dr. Katie Berlacher, direktur program jantung wanita di University of Pittsburgh Medical Center, persoalannya terletak pada masalah komunikasi. 

Pria mungkin memiliki reputasi sebagai orang yang lebih tabah, namun wanita sering meminimalkan apa yang mereka alami, kata Berlacher. “Saya mungkin bertanya apakah pasien menderita nyeri dada, dan seringkali jika itu wanita, dia akan berkata, ‘Oh tidak, itu bukan rasa sakit, hanya sesak.'”

Bila Anda merasa Anda mungkin mengalami serangan jantung, katakan pada dokter tentang keluhan Anda atau minta dokter untuk memeriksa jantung Anda. 
Haythe mengemukakan empat pertanyaan penting bagi wanita yang mungkin mengalami serangan jantung:

Baca Juga
10 Hal yang Tak Boleh Anda Lakukan Saat Kurang Tidur

1.”Apakah saya berisiko mengalami serangan jantung kedua?” 
Tanyakan kepada dokter Anda untuk apakah EKG perlu dilakukan. Dan tanyakan apakah ada tanda serangan jantung. 

2. “Obat apa yang harus digunakan untuk merawat jantung?”
“Penting untuk diinformasikan,” kata Haythe. “Tanyakan kepada dokter Anda obat apa yang mereka berikan kepada Anda, dan mengapa serta apakah terapi tersebut sesuai dengan prosedur.” 

3. “Apakah saya membutuhkan prosedur atau uji stres?” 
“Jika dokter mengira Anda terkena serangan jantung, tanyakan apakah mereka berencana melakukan kateterisasi atau angiogram dan jika tidak, tanyakan mengapa tidak. Ada kalanya angiogram tidak ditunjukkan,” katanya.



4. “Apakah saya perlu mendapatkan rehab jantung?” 
“Jika Anda telah didiagnosis menderita serangan jantung dan bersiap-siap untuk meninggalkan rumah sakit, tanyakan apakah Anda akan diberi resep rehab jantung dan jika tidak, mengapa tidak,” kata Haythe. “Anda juga harus bertanya obat apa yang telah Anda resepkan dan mengapa.”

Hythe menyarankan pada wanita untuk mulai berbicara dengan teman mereka tentang penyakit jantung mereka sebelum terkena serangan jantung. Setidaknya sekecil apa pun gejala yang Anda rasakan, ungkapkan pada orang lain, jangan diabaikan. 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

 








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah

Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah