4 Cara Melindungi Keamanan Makanan Ibu Hamil

Perubahan hormon membuat kekebalan tubuh atau sistem imun ibu hamil menurun, sehingga lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi oleh bakteri atau virus, terutama yang terkandung di dalam makanan yang dikonsumsi, seperti Listeria monocytogenes dan Toxoplasma gondii. 

Untuk mengurangi risiko kontamininasi makanan dari berbagai organisme yang membahayakan kesehatan ibu dan janin, lakukan cara pencegahan berikut ini: 

1.Bersihkan 
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik sebelum dan setelah memegang makanan, setelah menggunakan kamar mandi, mengganti diaper, dan memegang hewan peliharaan. Bakteri dapat menyebar melalui dapur, alat-alat dapur, dan makanan. Bersihkan alat-alat dapur dengan sabun dan air hangat, terutama ketika akan digunakan kembali setelah mengolah makanan mentah. Untuk perlindungan tambahan, sanitisasi nampan dan pisau dengan menggunakan 1 sendok makan larutan klorin yang dicampur dengan 1 galon air.

2.Pisahkan
Kontaminasi silang terjadi ketika bakteri menyebar dari satu produk makanan ke makanan lain. Hal ini sering terjadi khususnya ketika ingin mengolah daging mentah, unggas, seafood, dan telur. Kuncinya adalah menjaga jarak antara makanan mentah tersebut dengan makanan yang matang. 

Untuk mencegah kontaminasi silang, pisahkan daging, unggas, seafood, dan telur mentah dari makanan lainnya di tas belanja dan kulkas. Jangan pernah tempatkan makanan matang di piring yang belum dicuci dengan sabun dan air panas. Pertimbangkan menggunakan nampan yang terpisah untuk memotong makanan mentah dan makanan matang.

Baca Juga
Flek Saat Hamil, Berbahayakah?

3.Masak dengan temperatur yang aman
Gunakan termometer makanan untuk mengukur temperatur internal makanan yang dimasak. Periksa temperatur internal makanan pada beberapa tempat untuk memastikan bahwa produk daging, unggas, seafood, atau telur telah matang dengan temperatur internal minimum yang aman. Ketika memasak dengan oven microwave, tutup makanan dan putar sesekali agar panasnya merata. 

4.Dinginkan 
Temperatur yang dingin akan memperlambat pertumbuhan bakteria yang berbahaya. Menjaga temperatur kulkas secara konstan dibawah 40oF, serta temperatur freezer dibawah 0oF adalah salah satu cara yang efektif untuk menurunkan risiko penyakit akibat kontaminasi makanan. Masukkan makanan ke dalam kulkas atau freezer, 2 jam setelah dimasak atau membeli makanan matang. Jangan pernah melelehkan makanan beku pada temperatur ruangan. Lebih aman melelehkannya di kulkas dengan merendamnya dengan air, atau dengan microwave. Setelah dilelehkan, makanan sebaiknya cepat dimasak. (dr. Sarah Chairani Zakirah P)

 

Sumber : U.S Department of Agriculture Food and Drug Administration. Food Safety fo Pregnant Women. 2011

 








Dapatkan artikel kesehatan terbaru

Rangkuman mingguan dikirim secara exclusive ke email Anda.

Terima kasih telah berlangganan, silahkan cek email Anda untuk konfirmasi

Ada sesuatu yang salah





Dapatkan tips kesehatan terbaru via Email

TERIMA KASIH telah berlangganan.

Ada sesuatu yang salah